KETIKKABAR.com – Seorang Pensiunan ASN, Ismail (63), meregang nyawa usai menjadi korban penganiayaan brutal oleh tetangganya sendiri, Sam Rizal Mony (48), di kawasan permukiman padat penduduk Rawa Badak Utara, Koja, Jakarta Utara.
Insiden tragis tersebut terjadi pada Senin, 21 Juli 2025, dan menambah daftar kasus kekerasan di lingkungan warga yang melibatkan kelompok lanjut usia sebagai korban.
Kanit Reserse Kriminal Polsek Koja, AKP Alex Chandra, menjelaskan bahwa insiden bermula dari kesalahpahaman yang terjadi pada Sabtu, 12 Juli 2025. Saat itu, Ismail yang diketahui menderita stroke—terlihat buang air kecil di depan rumahnya akibat keterbatasan fisik.
Aroma tidak sedap yang muncul dari kejadian itu membuat pelaku merasa terganggu saat hendak makan di teras rumah. Sam Rizal kemudian menegur korban agar menutup pagar rumah. Namun, teguran tersebut justru memicu pertengkaran mulut antara keduanya.
“Pelaku yang tersulut emosi menendang dada korban hingga terpental dan kepalanya terbentur pot bunga serta batu,” ungkap AKP Chandra, Rabu (23/7/2025).
Korban langsung dilarikan warga ke RSUD Koja dalam kondisi kritis. Namun selama sembilan hari dirawat di ruang ICU, Ismail tak kunjung sadarkan diri hingga akhirnya meninggal dunia pada Sabtu, 21 Juli 2025.
Jenazah korban kemudian dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk dilakukan autopsi. Hasil pemeriksaan medis menyebutkan adanya luka terbuka di kepala, pendarahan dan pembengkakan otak, serta memar pada dada yang menjadi penyebab utama kematian.
Setelah sempat melarikan diri, pelaku berhasil ditangkap oleh tim gabungan Reskrim Polsek Koja dan Jatanras Polres Metro Jakarta Utara di sebuah hotel di kawasan Jalan Berdikari, Jakarta, pada Kamis, 17 Juli 2025.
“Pelaku sudah kami tahan dan dijerat Pasal 351 ayat (3) KUHP tentang penganiayaan yang mengakibatkan kematian, dengan ancaman pidana maksimal tujuh tahun penjara,” terang AKP Chandra.
Peristiwa ini menjadi pengingat keras bagi masyarakat, terutama di kawasan padat penduduk, untuk senantiasa mengedepankan komunikasi yang sehat dan kontrol emosi.
Masalah kecil di lingkungan sekitar sebaiknya diselesaikan secara bijak agar tidak berujung pada konflik fisik, terlebih terhadap kelompok rentan seperti lansia.[]










