Internasional

Gempa 7,3 Magnitudo Guncang Alaska, Warga Sempat Panik Akibat Peringatan Tsunami

KETIKKABAR.comGempa bumi berkekuatan 7,3 magnitudo mengguncang wilayah pesisir selatan Alaska, Amerika Serikat, pada Rabu siang waktu setempat, 16 Juli 2025.

Guncangan kuat ini sempat memicu peringatan tsunami dan membuat warga di sepanjang pantai sejauh lebih dari 1.100 kilometer bergegas menyelamatkan diri ke tempat yang lebih tinggi.

Pusat gempa berada di lepas pantai selatan Sand Point, sebuah komunitas kecil di Pulau Popof, bagian dari gugus Kepulauan Aleut.

Gempa terjadi pukul 12.37 siang dan guncangannya terasa hingga ke Anchorage, kota terbesar di Alaska yang berjarak hampir 966 kilometer dari pusat gempa.

Pusat Peringatan Tsunami Nasional sempat mengeluarkan peringatan tsunami bagi wilayah dari barat daya Homer hingga Unimak Pass, termasuk komunitas besar seperti Kodiak yang berpenduduk lebih dari 5.000 orang.

BACA JUGA:
Trump Tolak Proposal Gencatan Senjata Iran, Sebut Dokumen "Sampah"

Namun, sekitar satu jam kemudian, status peringatan diturunkan menjadi waspada dan akhirnya dibatalkan menjelang pukul 14.45. Tsunami kecil tercatat di Sand Point dengan ketinggian air tak lebih dari 6,3 sentimeter di atas permukaan pasang.

“Kami telah melihat gempa bumi lain di daerah ini yang tidak menimbulkan gelombang tsunami signifikan, tetapi kami tetap menanganinya secara serius dan menjalankan prosedur darurat,” ujar Jeremy Zidek, juru bicara Divisi Manajemen Darurat Alaska, seperti dikutip dari Associated Press.

Baca juga: Lebih dari 1.000 Orang Tewas Akibat Gelombang Panas Ekstrem di Spanyol

Sejumlah komunitas seperti Unalaska dan King Cove segera menginstruksikan evakuasi warga di zona rawan banjir ke dataran tinggi. Sementara di Seward, seorang wisatawan, Jodie Stevens, mengisahkan kepanikan warga saat sirene peringatan berbunyi.

BACA JUGA:
50 Pasangan Yatim Piatu di Gaza Ikuti Nikah Massal

“Kami sedang mengamati burung puffin ketika seruan evakuasi terdengar. Kami berjalan beberapa blok menanjak di tengah hujan sebelum akhirnya sirene berbunyi menandakan situasi telah aman,” kata Jodie.

Meski peringatan tsunami dibatalkan, guncangan gempa tetap meninggalkan dampak di beberapa tempat. Kepala Polisi Sand Point, Benjamin Allen, menyebut tidak ada kerusakan berarti di bandara dan pelabuhan.

Namun, kerusakan kecil tercatat di toko kelontong Alaska Commercial. Vickey McDonald, manajer toko, menyebut setengah dari rak minuman beralkohol runtuh dan botol-botol pecah.

“Ada asap cair, saus barbekyu, dan acar pecah berserakan di lantai. Baunya sangat menyengat,” ujarnya.

Badan Meteorologi Nasional (NWS) memastikan bahwa tidak ada ancaman tsunami untuk wilayah pesisir Pasifik lainnya seperti Washington, Oregon, dan California, serta pantai barat Kanada.[]

TERKAIT LAINNYA