Internasional

Ayatollah Khamenei Ancam AS dan Israel: “Kami Siap Beri Pukulan Lebih Besar”

KETIKKABAR.com – Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, melontarkan peringatan keras terhadap Amerika Serikat dan Israel di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Dalam pidato publik yang disiarkan media pemerintah Iran, Khamenei menyebut Israel sebagai “anjing peliharaan yang dikekang” oleh Amerika Serikat dan menegaskan bahwa Iran siap memberikan pukulan yang lebih besar jika kembali diserang.

“Fakta bahwa bangsa kita siap menghadapi kekuatan Amerika Serikat dan anjingnya yang terkekang, rezim Zionis (Israel), sangat patut dipuji,” tegas Khamenei, seperti dikutip dari Jerusalem Post, Kamis (17/7/2025).

Ia juga menyinggung serangan Iran terhadap pangkalan militer Amerika Serikat di Qatar, yang dilakukan sebagai balasan atas serangan militer AS sebelumnya terhadap sejumlah fasilitas militer dan nuklir Iran.

BACA JUGA:
Trump Ancam Beri 'Masalah Besar' Jika China Nekat Pasok Senjata ke Iran

“Pangkalan yang diserang Iran merupakan pangkalan regional Amerika yang sangat sensitif, dan pukulan yang lebih besar dapat dijatuhkan kepada AS dan negara-negara lain,” tambahnya.

Baca juga: Pemimpin Gereja Kunjungi Taybeh, Kecam Serangan Pemukim Yahudi Ekstrem

Secara diplomatik, Iran kini berada di bawah tekanan internasional untuk menyetujui kesepakatan nuklir baru sebelum batas waktu akhir Agustus 2025.

Amerika Serikat bersama negara-negara Eropa: Prancis, Jerman, dan Inggris—mengancam akan mengaktifkan mekanisme snapback jika kesepakatan tidak tercapai.

Mekanisme ini memungkinkan pemberlakuan kembali semua sanksi internasional berdasarkan perjanjian nuklir 2015, atau Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA).

Namun, parlemen Iran menyatakan sikap tegas melalui sebuah pernyataan resmi yang dirilis Kamis (17/7/2025) oleh Kantor Berita Mahasiswa Iran (ISNA).

BACA JUGA:
Iran Siagakan Seluruh Kemampuan Hadapi Ancaman Militer Amerika Serikat

“Iran tidak akan melanjutkan perundingan nuklir dengan Amerika Serikat kecuali semua prasyarat Iran terpenuhi,” tulis pernyataan parlemen.[]

TERKAIT LAINNYA