KETIKKABAR.com – Musisi kenamaan sekaligus Staf Khusus Presiden Prabowo Subianto, Yovie Widianto, resmi diangkat sebagai Komisaris PT Pupuk Indonesia.
Penunjukan ini diumumkan pada Senin, 16 Juni 2025, melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI).
Yovie menggantikan posisi Anwar Sanusi, Kepala Barenbang Naker Kemnaker, yang telah menjabat sejak tahun 2018.
“Mengangkat nama-nama tersebut di bawah ini sebagai anggota Dewan Komisaris Perusahaan Perseroan (Persero) PT Pupuk Indonesia,” bunyi pengumuman resmi perseroan.
Baca juga: Yovie Masuk Pupuk Indonesia! Rombakan Direksi BUMN Bikin Netizen Geleng-Geleng
Sebagai anggota Dewan Komisaris, Yovie diperkirakan akan menerima gaji dan remunerasi miliaran rupiah per tahun, mengikuti struktur penghasilan yang berlaku di BUMN sesuai Permen BUMN No. PER-3/MBU/03/2023.
Berapa Gaji Komisaris Pupuk Indonesia?
Berdasarkan Laporan Tahunan 2024, berikut komponen utama penghasilan Yovie Widianto sebagai Komisaris:
-
Gaji bulanan: 90% dari gaji Komisaris Utama
-
Tunjangan THR: Setara 1 kali honorarium tahunan
-
Tunjangan transportasi: 20% dari honorarium bulanan
-
Asuransi purnajabatan: Premi hingga 25% honorarium tahunan
-
Fasilitas: Penggantian biaya kesehatan dan bantuan hukum
-
Tantiem (bonus kinerja): Diberikan jika laba perusahaan naik dan KPI tercapai
-
Pajak: Ditanggung perusahaan (kecuali tantiem)
Sebagai perbandingan, berikut total penghasilan beberapa Komisaris PT Pupuk Indonesia tahun 2024:
| Nama Komisaris | Total Honor & Tunjangan (Rp) | THR (Rp) |
|---|---|---|
| Darmin Nasution (Komut) | 2.144.880.000 | 148.950.000 |
| Mustoha Iskandar | 1.946.916.000 | 134.055.000 |
| Anwar Sanusi (digantikan Yovie) | 1.946.916.000 | 134.055.000 |
| Ari Dwipayana | 1.946.916.000 | 134.055.000 |
| Febrio Kacaribu | 1.946.916.000 | 134.055.000 |
| Farhat Brachma | 1.946.916.000 | 134.055.000 |
| Danar Rahmanto (baru) | 856.222.315 | – |
| Irfan Ahmad Fauzi (baru) | 856.222.315 | – |
Yovie Widianto dikenal luas sebagai maestro musik Indonesia, terutama lewat band Yovie & Nuno dan karya-karya romantisnya yang melegenda. Kini, ia masuk ke dunia korporasi sebagai pengawas di salah satu BUMN strategis.
Penunjukan ini menambah deretan tokoh publik yang dipercaya duduk di kursi komisaris BUMN di era pemerintahan Prabowo Subianto.[]











