KETIKKABAR.com – Aksi unjuk rasa damai yang digelar Laskar Merah Putih cabang Palopo di depan Mapolres Palopo, Sulawesi Selatan, pada Rabu, 21 Mei 2025.
Aksi tersebut nyaris berubah menjadi kericuhan setelah seorang oknum polisi tertangkap kamera mendorong orator demonstrasi dari belakang hingga terjatuh.
Insiden tersebut langsung memicu kemarahan massa aksi serta gelombang kecaman dari netizen setelah video kejadian itu viral di platform X (dulu Twitter).
Rekaman Video: Orator Diduga Did dorong Polisi Saat Berorasi
Dalam video berdurasi sekitar satu menit yang diunggah akun @Mr_cosanostra pada Kamis (22/5), tampak seorang orator berkaos putih dan berkemeja kotak-kotak sedang menyampaikan orasi dari atas pagar tembok Polres Palopo.
Tanpa peringatan, seorang pria yang diduga kuat merupakan anggota kepolisian berkemeja putih lengan pendek terlihat mendorong betis orator dari belakang hingga sang orator kehilangan keseimbangan dan jatuh dari pagar.
Beruntung, kepala orator tidak terbentur tembok pagar saat terjatuh, meski kejadian itu tetap menimbulkan kemarahan dari rekan-rekannya sesama demonstran yang langsung naik ke pagar dan memprotes tindakan aparat.
Kecaman Netizen: “Ini Penganiayaan!”
Video tersebut dengan cepat menyebar dan menuai reaksi keras dari netizen.
“Beruntung kepalanya tidak terbentur tembok pagar,” tulis akun @neVerAl0nely.
Sementara akun @afrkml menilai tindakan oknum tersebut sangat membahayakan:
“Pria yang didorong itu bisa saja mengalami cedera fatal di kepala dan tengkuk. Risiko patah tulang leher dan tulang belakang sangat besar.”
Akun tersebut bahkan menyebut perbuatan oknum polisi tersebut sebagai bentuk “penganiayaan dan percobaan pembunuhan”, serta meminta agar video ini diviralkan dan pelaku diproses secara hukum.
Polisi Masih Bungkam, Publik Menanti Tindakan Tegas
Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak Polres Palopo terkait identitas dan sanksi terhadap oknum yang terlibat.
Namun, desakan publik terus bergema di media sosial agar institusi Polri bertindak transparan dan adil, mengingat insiden ini terjadi saat aksi damai yang seharusnya dijamin keamanannya oleh aparat.
Editorial Ketikkabar: Jika Polisi Tak Bisa Menahan Tangan, Siapa Lagi yang Bisa Kita Andalkan Menjaga Aksi Damai?
Aparat keamanan harusnya menjadi pelindung demokrasi, bukan justru menjadi pemicu konflik. Insiden seperti ini hanya akan memperlebar jurang ketidakpercayaan publik terhadap institusi yang seharusnya mengayomi.[]











