KETIKKABAR.com – Karier Letnan Jenderal Kunto Arief Wibowo diprediksi bakal kian moncer setelah Presiden Prabowo Subianto membatalkan mutasi yang sempat mencopot dirinya.
Posisi Kunto dipulihkan usai sebelumnya dinonaktifkan oleh Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.
Anggota Komisi I DPR TB Hasanuddin menyebut, keputusan mutasi terhadap Kunto diduga merupakan arahan dari Presiden ke-7 Joko Widodo.
“Konon itu yang menjadi penggantinya (Letjen Kunto) adalah mantan ajudan Presiden ke-7. Berarti panglima TNI ini atas arahan dan mungkin quote and quote atas perintah Presiden ke-7, ini yang tidak bener,” ucap TB Hasanuddin dikutip dari Kompas TV, Senin (5/5/2025).
Pengamat politik Rocky Gerung menilai pemulihan posisi Letjen Kunto Arief Wibowo oleh Presiden Prabowo Subianto tak lepas dari tekanan dan kerusuhan opini di media sosial.
Menurut Rocky, kalkulasi politik Prabowo masih dibayangi oleh pengaruh mantan presiden Joko Widodo di mata publik.
“Itu yang disebut oleh SBY dua matahari, makanya nggak boleh ada dua matahari. Apa akibatnya nanti kalau dua matahari ini masih bekerja? Kasus ini bukan sekedar membelah tapi membuat ingatan kita kembali peristiwa Jokowi memaksakan anaknya,” ujar Rocky Gerung.
Peristiwa pengalih tugasan Kunto Arief, kata Rocky menimbulkan kecurigaan publik, siapa yang punya akses untuk meminta memerintahkan agar putra Try Sutrisno itu ditarik kembali ke mabes.
“Orang menghitung ini pasti geng Solo, karena setelah itu penggantinya adalah orang yang dekat sekali dengan Jokowi, pernah jadi ajudan atau sekretaris militernya,” ujar Rocky lagi.
Sehingga publik pun menilai bahwa ada campur tangan Jokowi dalam peristiwa pemberhentian Kunto.
“Orang menganggap Jokowi yang paling terpojok ketika Gibran diminta dimakzulkan oleh DPR. Jokowi berupaya untuk fight back. Ini adalah analisis ya,” tutur dia.
Kemudian lanjut Rocky Gerung, Prabowo pada akhirnya tahu bahwa ini akan jadi problem besar, karena rakyat menganggap aktifitas Jokowi tidak pernah berhenti untuk cawe-cawe.
“Sehingga Prabowo akhirnya mengambil alih suasana atau situasi sebagai panglima tertinggi dan memulihkan kembali kedudukan Kunto Arie,” ujarnya.
Pengamat politik Rocky Gerung memprediksi polemik seputar Letjen Kunto Arief Wibowo akan bergulir panjang seiring berkembangnya gosip di tengah masyarakat. Rocky menilai, setelah pemulihan posisinya, karier Letjen Kunto berpotensi terus menanjak.
“Orang mulai berpikir apakah Pak Kunto Arif dalam peristiwa ini punya kesempatan menyatakan bahwa dia betul-betul perwira yang sedang naik bintang, waluapun bintang tiga,” tutur Rocky.
Bukan tidak mungkin, kata dia, Letjen Kunto suatu saat bisa menjadi Panglima TNI.
“Kalau begitu, pastikan saja bahwa perwira semacam Pak Kunto Arif ini punya semacam record baru untuk memimpin TNI. Misalnya, diproyeksikan untuk jadi Panglima TNI,” lanjutnya.
“Kan itu yang diduga dengan cara masuk akal sebagai akibat dari pemulihan dia untuk kembali kepada status dia sebagai Panglima Kogabwilhan I,” ujar Rocky Gerung.
Rocky Gerung juga menilai bahwa peristiwa ini jadi rahmat terselubung bagi Letjen Kunto.
“Sebut saja Prabowo mengambil keputusan yang tepat untuk memulihkan jabatan dari Kunto Arif. Karena itu kita bisa duga dengan kuat perintah Presiden atau panglima tertinggi. Bisa dimengerti bahwa jabatan atau posisi Kunto Arif akan sangat bercahaya di masa depan, mungkin 2 minggu atau 3 bulan ke depan beliau akan dapat promosi yang lebih tinggi lagi,” tuturnya.[]











