KETIKKABAR.com – Mayjen (Purn) Syamsu Djalal menegaskan bahwa usulan pemakzulan Gibran Rakabuming Raka dari para purnawirawan TNI adalah hal yang serius.
Ia meminta Presiden Prabowo Subianto agar bersedia menemui mantan Wapres Try Sutrisno untuk membahas usulan tersebut.
Hal tersebut disampaikan Syamsu Djalal dalam Satu Meja The Forum Kompas TV, Rabu malam (30/4/2025).
“Sekarang, Pak Prabowo itu mau nggak menerima Pak Try, Pak Try mantan Panglima ABRI, mantan wakil presiden lagi kan, itu nggak main-main kan, berapa orang jenderal yang mendanai dan berapa kolonel, itu purnawirawan TNI ya,” ujar Syamsu.
Lebih lanjut, Syamsu mengatakan, usulan pemakzulan Wapres Gibran hanya disampaikan oleh purnawirawan TNI, tidak ada Polri.
“Jangan (berpikir) Polri, nggak ada,” ucap Syamsu.
Dalam dialognya, Syamsu kemudian mengungkapkan apa penyebab purnawirawan TNI mengusulkan pemakzulan Gibran Rakabuming Raka sebagai wapres.
Menurutnya, ada 3 hal antara lain putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang memuluskan Gibran mendaftar Pilpres 2024, dugaan kepemilikian akun fufufafa, hingga diduga menggunakan ijazah palsu.
“Itu kan sudah jelas siapa Gibran itu, fufufafa, dan itu kan lagi ramai itu ijazah palsunya, Gibran itu juga kan nggak jelas ijazahnya, kapan dia tamat universitasnya di Singapura, mungkin dia tamatan SMA itu,” kata Syamsu Djalal.
Sebelumnya, pada Kamis (24/4/2025), Penasihat Khusus Presiden Bidang Politik dan Keamanan (Purn) Wiranto mengatakan, Prabowo tidak bisa langsung merespons usulan Forum Purnawirawan TNI, termasuk usulan mencopot Gibran.
“Sebagai Kepala Negara, Kepala Pemerintahan, Panglima Tertinggi TNI, tidak bisa serta-merta menjawab itu. Spontan menjawab tidak bisa,” Ujar Wiranto di Istana Kepresidenan, Jakarta, dikutip Tribunnews.com.[]


















