Nasional

Satu Klik, Sejuta Dampak: Kapolri Dorong Pemuda Bijak dan Produktif di Era Digital

KETIKKABAR.com — Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyampaikan kuliah umum di hadapan ribuan mahasiswa baru dalam acara Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) 2026 di Medan, Senin (28/9/2026).

Mengusung tema “Satu Klik, Sejuta Dampak”, Kapolri menekankan pentingnya penguasaan teknologi secara bijak, penguatan literasi digital, serta pembentukan karakter pemuda dalam menghadapi era kecerdasan buatan (AI) guna menyongsong bonus demografi dan mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyampaikan kuliah umum di hadapan ribuan mahasiswa baru dalam acara Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru PKKMB Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara UMSU 2026 di Medan Senin 2892026 Doc Humas Polri
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyampaikan kuliah umum di hadapan ribuan mahasiswa baru dalam acara Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru PKKMB Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara UMSU 2026 di Medan Senin 2892026 Doc Humas Polri

Dalam pemaparannya, Jenderal Listyo Sigit menyoroti laju perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan yang bergerak amat pesat.

Perubahan mendasar ini membawa tantangan yang semakin kompleks di era modern, sehingga bangsa Indonesia membutuhkan calon-calon pemimpin masa depan yang jeli membaca arah perubahan serta mampu mengoptimalkan seluruh potensi diri untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Oleh karena itu, para mahasiswa baru didorong untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat (lifelong learner) yang tak berhenti mengembangkan keilmuan dan mengasah kemampuan beradaptasi.

Kapolri menggarisbawahi bahwa kecerdasan intelektual harus berjalan seiring dengan pembentukan karakter dan integritas yang kokoh, keberanian berkarya, serta kesiapan mengambil peran aktif di tengah kehidupan bermasyarakat.

Pesan tersebut dinilai kian mendesak jika melihat dinamika ruang digital nasional saat ini. Kapolri membeberkan fakta bahwa tingginya penetrasi pemanfaatan media sosial di Indonesia belum diimbangi dengan tingkat literasi digital yang memadai.

BACA JUGA:  Kepala BGN: Yang Menghujat Prabowo Sebetulnya Bukan Orang

Ketimpangan ini memicu kerentanan masyarakat terhadap serangkaian ancaman siber, mulai dari penyebaran hoaks, disinformasi, pencurian data pribadi, rekayasa deepfake, kejahatan phishing, hingga modus tindak pidana digital lainnya.

Menghadapi situasi tersebut, generasi muda dinilai memegang posisi krusial sebagai garda terdepan penjaga ekosistem digital sekaligus pemecah masalah.

Kapolri mendorong para mahasiswa untuk berdiri di garis depan dalam menangkal narasi bohong dan provokasi, merawat kerukunan antarwarga, serta menjadi pelopor pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang mempererat persatuan bangsa.

Lebih lanjut, tanggung jawab pemuda tidak hanya terbatas di dunia maya. Di lingkungan akademik, mahasiswa diimbau untuk konsisten menjalankan Tridarma Perguruan Tinggi, merawat budaya akademik yang sehat, serta terus memacu kompetensi dan raihan prestasi.

Sementara di luar tembok kampus, pemuda dituntut hadir sebagai agen perubahan (agent of change) yang aktif mendukung program pembangunan nasional sesuai disiplin ilmu masing-masing, menggerakkan kemajuan warga, hingga mengembangkan jiwa kewirausahaan yang mampu membuka lapangan kerja baru.

BACA JUGA:  Satgas Ops Damai Cartenz Gelar Pendampingan Psikologis di Sinak, Jaga Kesiapan Mental dan Kedekatan Sosial

Peran strategis mahasiswa ini menjadi krusial mengingat Indonesia akan memasuki puncak momentum bonus demografi pada rentang tahun 2030–2035.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolri menegaskan bahwa penyediaan pendidikan berkualitas, penciptaan lapangan kerja yang luas, serta peningkatan keterampilan (upskilling) generasi muda merupakan pilar utama dalam memaksimalkan potensi sumber daya manusia Indonesia.

Melalui seluruh fondasi tersebut, civitas akademika dan para mahasiswa tidak sekadar dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan pasar kerja, tetapi dibentuk menjadi pemimpin masa depan yang tahan banting menghadapi dinamika zaman.

Keseimbangan antara keunggulan akademik, integritas moral, keluwesan beradaptasi, dan pemanfaatan teknologi secara produktif menjadi kunci utama penentu keberhasilan.

“Tahun 2045 merupakan panggung pembuktian bagi kalian dalam memimpin Indonesia,” tegas Kapolri.

Masa depan bangsa yang gemilang tidak tercipta secara instan, melainkan ditempa melalui proses panjang yang dimulai sejak hari ini. Baik di ruang-ruang kelas perguruan tinggi, di tengah publik, maupun di belantara digital, generasi muda Indonesia memegang kesempatan emas untuk terus belajar, menciptakan karya nyata, memperkuat kolaborasi, dan mengambil peran aktif mengawal perjalanan sejarah menuju Indonesia Emas 2045.[]

TERKAIT LAINNYA