Daerah

Pembangunan Jembatan Bailey oleh TNI di Belang Panu Bener Meriah Capai 55 Persen

KETIKKABAR.com — Pembangunan Jembatan Bailey di Desa Belang Panu, Kabupaten Bener Meriah, terus menunjukkan perkembangan signifikan.

Tim Jembatan Zidam IM bersama personel Kodim 0119/Bener Meriah kini tengah mengebut perakitan struktur baja guna memulihkan akses penghubung warga yang sempat lumpuh diterjang bencana hidrometeorologi.

Per Kamis (24/9/2026), progres pengerjaan di lapangan telah menyentuh angka sekitar 55 persen. Komponen-komponen utama konstruksi baja mulai disatukan secara terukur dan teliti untuk memastikan kekuatan struktur jembatan.

Dandim 0119/Bener Meriah Letkol Arh Febry Adyanto menegaskan bahwa perakitan rangka baja merupakan fase vital dalam pembangunan jembatan darurat ini.

“Perakitan konstruksi baja merupakan bagian penting dalam proses pembangunan jembatan. Saat ini progres pembangunan sudah mencapai sekitar 55 persen dan sejumlah komponen baja mulai dirakit secara bertahap,” ujar Letkol Arh Febry Adyanto saat dikonfirmasi.

BACA JUGA:  Aceh Tenggara Diterjang Banjir Bah Lagi: Kayu dan Lumpur Gelapkan Jalan Nasional, Akses Lumpuh Total!

Ia menjelaskan, pengerjaan di lapangan diakselerasi dengan tetap mengedepankan prosedur teknis dan keselamatan kerja, mengingat jembatan ini bakal menjadi jalur vital mobilitas harian warga setempat.

Pemulihan Akses Ekonomi Pascabencana
Febry menambahkan, pembangunan Jembatan Bailey ini merupakan intervensi langsung pemerintah pusat dalam memulihkan konektivitas antardesa yang sempat terputus akibat bencana alam. Terputusnya jembatan sebelumnya melumpuhkan distribusi hasil pertanian serta aktivitas sosial warga.

“Akses jembatan yang terputus pascabencana hidrometeorologi secara bertahap terus kita tuntaskan. Pembangunan ini merupakan upaya pemerintah pusat untuk menyambungkan kembali akses masyarakat yang terputus akibat bencana,” jelasnya.

Kehadiran jembatan ini ditargetkan mampu memulihkan urat nadi perekonomian Desa Belang Panu dan sekitarnya, terutama dalam memperlancar pengangkutan hasil bumi menuju pusat pasar.

BACA JUGA:  Karutan Jantho Apresiasi Kehadiran SMSI Aceh Besar

“Harapannya, setelah jembatan ini selesai dan dapat digunakan, mobilitas masyarakat menjadi lebih lancar dan kegiatan perekonomian di wilayah Desa Belang Panu dapat kembali berjalan dengan baik,” pungkas Febry.

Saat ini, personel gabungan TNI masih terus bersiaga di lokasi untuk menuntaskan sisa tahapan konstruksi hingga jembatan dinyatakan siap dan aman digunakan oleh masyarakat.[]

TERKAIT LAINNYA