Daerah

Gempa M6,2 Guncang Labuan Bajo: Warga Panik Saat Air Laut Surut dan Listrik Padam

KETIKKABAR.com – Guncangan gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,2 yang berpusat di timur laut Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu (15/8/2026) pagi, memicu kepanikan massal.

Warga bersama para wisatawan asing berhamburan keluar dari pemukiman dan hotel setelah guncangan kuat dirasakan, diperparah dengan fenomena surutnya air laut serta padamnya aliran listrik.

Yasin (63), seorang warga setempat yang berada di kawasan Kampung Air di belakang Kantor KSOP Kelas III Labuan Bajo, menceritakan detik-detik saat guncangan keras terjadi.

“Tadi saya di rumah panggung kecil milik teman di Kampung Air, belakang Kantor KSOP Kelas III Labuan Bajo. Lagi ngopi, terasa goyangnya kencang sekali beberapa menit, tak lama berhenti. Lalu ada susulan lagi,” ungkapnya.

Kepanikan warga dan pelancong kian meningkat di kawasan dermaga serta perhotelan menyusul deteksi tsunami setinggi sekitar 0,3 meter oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), yang membuat permukaan air laut tampak menurun.

BACA JUGA:  Gempa M 7,7 Guncang NTT: Enam Warga Manggarai Timur Dilaporkan Tewas, Warga Mengungsi ke Gunung

“Saya di dermaga dekat Kantor Syahbandar, Hotel Meurorah. Saya lihat turis-turis, bule-bule sudah mulai panik, kebingungan. Informasi dari teman-teman di hotel-hotel juga tamu berhamburan keluar,” tutur Yasin.

“Warga di sini sudah panik karena air laut sudah terlihat agak turun, sudah ada imbauan waspada,” imbuhnya.

Selain memicu kepanikan di kawasan pesisir, gempa yang terjadi pada pukul 05.13 WIB dengan kedalaman 10 kilometer tersebut juga melumpuhkan infrastruktur dasar.

Hingga Sabtu pagi, aliran listrik di sejumlah titik dilaporkan padam total dan akses jaringan internet mengalami gangguan serius.

Peristiwa ini merupakan rangkaian dari aktivitas gempa kuat yang sebelumnya mengguncang wilayah NTT. Kendati peringatan dini tsunami kemudian dinyatakan telah berakhir, masyarakat pesisir tetap diimbau untuk waspada terhadap potensi gempa susulan serta mematuhi arahan resmi dari petugas penanggulangan bencana.[]

TERKAIT LAINNYA