Edukasi

FKP USK Perkuat Keterampilan Warga Aceh Besar Mengolah Produk Perikanan Bernilai Ekonomi

KETIKKABAR.com – Fakultas Kelautan dan Perikanan (FKP) Universitas Syiah Kuala (USK) menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di Gampong Neuhen, Kabupaten Aceh Besar, pada 29 Juni 2026. Kegiatan ini berfokus pada pemberdayaan kelompok industri rumah tangga dan kader Posyandu melalui teknologi pengolahan hasil perikanan.

Program tersebut mengusung tema “Pemberdayaan Kelompok Industri Rumah Tangga dan Kader Posyandu Berbasis Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan Menuju Kemandirian Ekonomi Masyarakat”. Masyarakat diperkenalkan dengan berbagai inovasi pengolahan ikan yang diharapkan dapat menghasilkan pangan bergizi sekaligus menjadi peluang usaha produktif.

Kegiatan dipimpin oleh Dr. Cut Dara Dewi bersama Said Ali Akbar, S.Pd., M.Si., dan Dr. Masyudi, M.Kes. Program ini juga melibatkan mahasiswa sebagai pendamping bagi kelompok industri rumah tangga dan kader Posyandu selama pelaksanaan pelatihan.

Dalam sambutannya, Ketua Tim Pengabdian, Dr. Cut Dara Dewi, S.Pi., M.Si., mengatakan pengolahan hasil perikanan merupakan salah satu strategi untuk meningkatkan nilai jual komoditas lokal.

“Pengolahan hasil perikanan merupakan salah satu strategi yang dapat meningkatkan nilai jual komoditas lokal sekaligus menciptakan peluang usaha baru bagi masyarakat,” kata Dr. Cut Dara Dewi dalam keterangan tertulis, Rabu, 1 Juli 2026.

Ⓒ Hak cipta foto di atas dikembalikan sesungguhnya kepada pemilik foto
Ⓒ Hak cipta foto di atas dikembalikan sesungguhnya kepada pemilik foto

Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Fakultas Kelautan dan Perikanan USK, Dr. Muhammadar, M.P., menyatakan kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menghadirkan inovasi yang bermanfaat.

“Sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat menjadi langkah penting dalam menghasilkan inovasi yang dapat diterapkan secara langsung untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Dr. Muhammadar.

Sementara itu, perwakilan Geuchik Gampong Neuhen, Alfarisyi, berharap pelatihan tersebut dapat melahirkan produk olahan khas desa yang memiliki kualitas baik dan mampu bersaing di pasar.

Setelah pembukaan, peserta menerima materi mengenai keamanan pangan, sanitasi dan higiene, teknik pengolahan hasil perikanan, serta strategi pengembangan usaha berbasis produk olahan ikan. Materi disampaikan oleh Dr. Masyudi, M.Kes., dan dilanjutkan dengan sesi diskusi.

Peserta kemudian mengikuti praktik pembuatan tiga produk olahan, yakni nugget ikan, dimsum ikan, dan pempek ikan. Setiap kelompok mendapatkan pendampingan mulai dari pemilihan bahan baku, penyusunan formulasi, proses pengolahan, hingga teknik penyajian dan pengemasan produk sesuai standar mutu dan keamanan pangan.

Melalui pelatihan tersebut, masyarakat diharapkan memiliki pengetahuan mengenai teknik pengolahan hasil perikanan sekaligus terdorong mengembangkan produk yang bernilai jual sehingga dapat menjadi sumber pendapatan baru bagi keluarga.

Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Syiah Kuala turut menyampaikan apresiasi kepada Geuchik Gampong Neuhen, kader Posyandu, kelompok industri rumah tangga, mahasiswa pendamping, serta seluruh pihak yang berpartisipasi dalam pelaksanaan kegiatan. Dukungan pendanaan program berasal dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat Tahun Anggaran 2026. []

TERKAIT LAINNYA