Internasional

9 WNI, Termasuk 3 Wartawan Ditahan Israel di Jalur Gaza, Pemerintah RI Turun Tangan

KETIKKABAR.com – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI tengah mengupayakan pembebasan sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang dilaporkan diculik dan ditahan oleh otoritas Israel saat mengikuti misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) menuju Jalur Gaza, Palestina.

Pemerintah Indonesia saat ini melakukan langkah diplomasi intensif guna memastikan keselamatan seluruh korban.

Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, menyatakan telah berkoordinasi erat dengan perwakilan RI di Timur Tengah serta sejumlah negara sahabat untuk menangani insiden ini.

Komunikasi diplomatik terus dibangun dengan mitra di Kementerian Luar Negeri Yordania dan Turki untuk mengetahui kondisi terkini para WNI.

“Kami meminta tolong kepada rekan-rekan kita, pertama, (negara) yang warga negaranya mengalami nasib serupa, kemudian dengan rekan-rekan kita di Yordania dan Turki,” kata Menlu Sugiono dalam keterangan resmi, Rabu (20/5/2026).

BACA JUGA:
Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur, Sebut AL dan AU Lenyap

Juru Bicara II Kemlu RI, Vahd Nabyl A. Mulachela, mengonfirmasi bahwa kesembilan WNI tersebut merupakan bagian dari Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) dalam misi GSF 2.0.

Di antara mereka, terdapat tiga wartawan media nasional yang sedang menjalankan tugas jurnalistik, yakni Bambang Noroyono dan Thoudy Badai dari Republika, serta Andre Prasetyo Nugroho dari Tempo.

Sebagai respons cepat, Kemlu RI telah menggelar rapat koordinasi darurat pada Rabu siang di Jakarta. Pertemuan tersebut dihadiri oleh pejabat tinggi kementerian dan perwakilan keluarga korban untuk menyatukan langkah konsuler serta diplomatik.

Pemerintah Indonesia secara tegas mendesak pemerintah Israel untuk segera membebaskan seluruh awak kapal dan misi kemanusiaan internasional yang ditahan.

BACA JUGA:
Netanyahu Gelar Rapat Kabinet Keamanan, Bahas Rencana Serangan Lanjutan ke Iran

Menlu Sugiono mengapresiasi keberanian para WNI dan relawan dunia dalam GSF yang dinilainya mencerminkan keinginan mulia untuk menciptakan situasi lebih baik bagi warga di Palestina, khususnya Gaza.

“Kita doakan semoga kondisi mereka baik-baik saja dan bisa segera kembali ke tanah air dalam keadaan sehat dan selamat,” ujar Menlu.[]

TERKAIT LAINNYA