InternasionalNews

Iran Siagakan Seluruh Kemampuan Hadapi Ancaman Militer Amerika Serikat

KETIKKABAR.com – Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan bahwa Teheran akan mengerahkan seluruh kemampuannya untuk menjaga kepentingan nasional dan keamanan negara menyusul meningkatnya ancaman militer dari Amerika Serikat (AS).

Pernyataan tersebut disampaikan Araghchi dalam sambungan telepon dengan Menteri Luar Negeri Pakistan, Ishaq Dar, pada Minggu (19/4), di tengah ketegangan yang memuncak pasca pemberlakuan blokade laut oleh Washington.

Araghchi menegaskan bahwa ancaman terbaru AS terhadap wilayah pesisir, pelabuhan, dan kapal-kapal Iran merupakan bukti nyata bahwa Washington tidak memiliki itikad serius dalam jalur diplomasi. Menurutnya, tuntutan yang diajukan AS saat ini dinilai kontradiktif dan tidak masuk akal.

“Ini adalah tanda-tanda jelas dari niat buruk dan kurangnya keseriusan dalam diplomasi,” kata Araghchi sebagaimana disiarkan media pemerintah Press TV.

Ia menambahkan bahwa Iran “akan menggunakan seluruh kemampuannya untuk menjaga kepentingan negara dan keamanan nasional.”

BACA JUGA:
Negosiasi Terakhir Sebelum Perang! Pakistan Paksa AS-Iran Kembali ke Meja Perundingan

Tuduhan Pelanggaran Gencatan Senjata

Dalam pembicaraan tersebut, Araghchi menuduh AS telah berulang kali melanggar kesepahaman yang dibangun selama setahun terakhir.

Ia secara spesifik menyoroti agresi militer AS yang terjadi pada Maret dan Juni 2025—saat proses negosiasi sedang berjalan—serta pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi oleh Pakistan.

Kondisi di kawasan semakin genting sejak dimulainya operasi militer bersama AS-Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu.

Hal ini berdampak pada gangguan serius arus pengiriman barang di Selat Hormuz, yang diperparah dengan langkah Washington memberlakukan blokade laut terhadap Iran sejak 13 April.

Rencana Negosiasi di Islamabad

Di tengah eskalasi ini, pihak Gedung Putih mengonfirmasi adanya upaya perundingan baru. Wakil Presiden AS J.D. Vance, bersama utusan khusus Steve Witkoff dan Jared Kushner, dijadwalkan bertolak ke Pakistan untuk melangsungkan dialog dengan perwakilan Iran.

Presiden AS Donald Trump, dalam wawancaranya dengan Fox News, mengonfirmasi bahwa pertemuan tersebut direncanakan berlangsung di Islamabad pada Selasa (21/4) dan diperkirakan akan berlanjut hingga Rabu (22/4).

BACA JUGA:
Trump Ancam Beri 'Masalah Besar' Jika China Nekat Pasok Senjata ke Iran

Pertemuan ini dipandang sebagai upaya krusial untuk meredakan ketegangan di tengah ancaman terbuka yang dilontarkan kedua belah pihak. []

TERKAIT LAINNYA