BisnisEkonomi

Dari Sampah Kelapa ke Aksi Iklim: Solusi Bangun Andalas Raih PROPER Hijau 2025

KETIKKABAR.com – PT Solusi Bangun Andalas (SBA) berhasil mengolah hingga 60 ton sampah kelapa per bulan di kawasan pesisir Lhoknga, Aceh Besar.

Melalui program Sakeladera (Sampah Kelapa untuk Desa Sejahtera), perusahaan semen ini mentransformasi limbah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi bagi masyarakat lokal.

Keberhasilan program berbasis ekonomi sirkular ini mengantar PT Solusi Bangun Andalas meraih penghargaan PROPER Hijau 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia.

Penghargaan tersebut menandakan kinerja pengelolaan lingkungan perusahaan telah melampaui kepatuhan (beyond compliance).

Direktur PT Solusi Bangun Andalas, Edi Sarwono, menyatakan bahwa pencapaian ini merupakan buah sinergi antara inovasi operasional dan pemberdayaan komunitas.

“PROPER Hijau ini menjadi bukti bahwa keberlanjutan harus dibangun secara menyeluruh, mulai dari pengelolaan energi dan penurunan emisi di pabrik, hingga bagaimana kami tumbuh bersama masyarakat.

Ini adalah komitmen kami untuk menghadirkan solusi yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat nyata,” ujar Edi Sarwono dalam keterangannya, Jumat, 17 April 2026.

BACA JUGA:
Pertamina Patra Niaga Resmi Naikkan Harga LPG Nonsubsidi 5,5 Kg dan 12 Kg, Berikut Daftar Harga Terbarunya

Inovasi Sakeladera dan Efisiensi Pakan

Sebelum program ini berjalan, sampah kelapa di wilayah pesisir Lhoknga kerap dibakar atau dibiarkan membusuk. Praktik ini berkontribusi terhadap emisi karbon hingga 34,8 ton $CO_2$ per bulan.

Di sisi lain, para peternak setempat terbebani biaya pakan tinggi yang mencapai Rp48 juta per bulan karena ketergantungan pasokan dari luar daerah.

Bekerja sama dengan Bank Sampah Generasi Milenial (Basagemil), SBA mengolah sampah tersebut menjadi cocopeat (serbuk sabut kelapa) sebagai campuran pakan ternak. Produk ini telah lulus uji laboratorium terkait kandungan kalsium dan protein.

Hasilnya, inovasi ini mampu menekan biaya pakan hingga 60% atau sekitar Rp28,2 juta per bulan. Rasio Social Return on Investment (SROI) program ini mencapai 2,5, yang berarti setiap Rp1 investasi menghasilkan manfaat senilai Rp2,5 bagi warga.

Muhammad Ikhsan, salah satu warga penerima manfaat, mengakui dampak positif program tersebut. “Sekarang sampah kelapa tidak lagi dibuang percuma.

BACA JUGA:
Harga Minyak Dunia Melonjak, Menteri ESDM Sinyalkan Penyesuaian Harga Pertamax

Kami bisa mengolahnya menjadi produk yang bermanfaat, bahkan membantu menekan biaya produksi pakan ternak. Terima kasih Solusi Bangun Andalas,” tuturnya.

Tekan Emisi Karbon

Selain pemberdayaan masyarakat, predikat PROPER Hijau ini didukung oleh berbagai inovasi di area operasional pabrik.

SBA mengimplementasikan teknologi burner rendah emisi generasi kedua yang mampu menurunkan emisi hingga 88.931 ton $CO_2$ ekuivalen sepanjang tahun 2025.

Teknologi ini memungkinkan pemanfaatan bahan bakar alternatif (alternative fuel) seperti oli bekas hingga 100%. Langkah ini berpotensi memangkas penggunaan batu bara pada burner hingga 40%.

Perusahaan juga melakukan optimalisasi energi lainnya, mulai dari penggunaan air buangan AC untuk kebutuhan domestik hingga daur ulang karet bekas menjadi komponen filter udara.

Upaya menyeluruh ini membuktikan bahwa transformasi limbah menjadi sumber ekonomi dapat berjalan beriringan dengan efisiensi industri untuk memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat.[]

TERKAIT LAINNYA