KETIKKABAR.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti nilai tukar rupiah yang terus melemah hingga mendekati level Rp 17.000 per dolar AS pada Selasa (20/1/2026).
Berdasarkan data Refinitiv, mata uang Garuda siang ini diperdagangkan di posisi Rp 16.975 per dolar AS atau terkoreksi sebesar 0,24%.
Purbaya menilai pelemahan ini tidak sejalan dengan fondasi ekonomi nasional yang terus diperbaiki oleh pemerintah.
Ia meyakini bahwa sistem ekonomi Indonesia seharusnya sudah terbiasa menghadapi guncangan pasar global seperti saat ini.
“(Lebih rendah) Dibanding level sebelumnya. Jadi harusnya sistem juga terbiasa…Tapi yang penting adalah gini ketika fondasi ekonomi kita perbaiki terus.
Ekonomi aktif di dalam negeri akan naik. Orang akan melihat bagus. Investor akan balik termasuk investor asing,” ujar Purbaya.
Menkeu juga berpendapat bahwa pasokan dolar di pasar domestik seharusnya masih mencukupi karena aliran dana asing tetap masuk.
Indikator ini terlihat dari pergerakan pasar modal yang dinilai masih menunjukkan aktivitas positif dari para pemodal.
“Pasar modal gak mungkin naik, kalau gak ada investor asing yang masuk,” papar Purbaya menjelaskan kondisi pasar uang saat ini.
Pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus menjaga stabilitas dan memperbaiki struktur ekonomi Tanah Air demi memperkuat nilai tukar.
Purbaya optimis rupiah memiliki tren untuk kembali menguat dalam waktu dekat seiring dengan perbaikan kinerja ekonomi.
“Jadi ekonomi kita kalau kita jaga terus dan kita akan perbaiki terus ke depan rupiah akan cenderung menguat,” katanya menutup penjelasan. []
Bupati Pati Sudewo Tiba di Jakarta Usai Terjaring OTT KPK Kasus Jual Beli Jabatan











