KETIKKABAR.com – Pemerintah Aceh melalui Dinas Kesehatan dan Emergency Medical Team (EMT) terus mengintensifkan pelayanan kesehatan bagi ribuan warga terdampak banjir bandang dan tanah longsor.
Meski harus menghadapi akses jalan yang terputus dan medan berat di wilayah terpencil, tim medis dilaporkan telah menjangkau lebih dari 23 ribu penyintas.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Aceh sekaligus Ketua Health Emergency Operation Center (HEOC), Ferdiyus, mengungkapkan bahwa per 6 Januari 2026, tercatat sebanyak 23.293 orang telah mendapatkan layanan medis.
Mayoritas pasien mengeluhkan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), penyakit kulit, hipertensi, hingga gangguan pencernaan.
“Pemerintah Aceh melalui Dinas Kesehatan dan Emergency Medical Team terus memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan bagi masyarakat terdampak bencana, meskipun dihadapkan pada keterbatasan akses dan kondisi lapangan yang berat,” ujar Ferdiyus, Rabu, 7 Januari 2026.
Personel Gabungan dan Antisipasi KLB
Untuk menangani krisis kesehatan ini, Dinkes Aceh mengerahkan 3.916 personel gabungan yang tersebar di 12 kabupaten/kota terdampak. Tim ini terdiri dari dokter spesialis, perawat, bidan, hingga tenaga gizi dan kesehatan lingkungan.
Selain pengobatan, tim juga memperkuat surveilans untuk mengantisipasi potensi Kejadian Luar Biasa (KLB). Penyakit menular seperti diare dan influenza like illness (ILI) menjadi fokus pemantauan ketat melalui langkah edukasi dan pencegahan di posko-posko pengungsian.
Perjuangan Menembus Lumpur di Pidie Jaya
Di Kabupaten Pidie Jaya, upaya medis sempat terhambat oleh sisa lumpur banjir bandang yang menutup akses jalan.
Kepala Dinas Kesehatan dan KB Pidie Jaya, Edy Azwar, melaporkan sebuah ambulans yang membawa dokter relawan Kementerian Kesehatan sempat mogok di Kecamatan Meurah Dua.
“Meski demikian, pelayanan tetap dilanjutkan dengan memanfaatkan kendaraan warga agar tenaga medis dapat segera bertugas di lapangan,” ungkap Edy. Ia memastikan ketersediaan logistik medis saat ini masih mencukupi. “Ketersediaan obat-obatan hingga saat ini dalam kondisi aman berkat dukungan pemerintah pusat dan para donatur,” ujarnya.
Pakai Tali Sling Jangkau Wilayah Terisolasi
Aksi heroik juga dilaporkan terjadi di Aceh Tengah. Tim medis harus menggunakan tali sling untuk menyeberangi kawasan yang terputus demi menjangkau Kampung Burlah, Kecamatan Ketol. Wilayah ini terisolasi total akibat longsor dan banjir bandang.
Ketua Tim 1 EMT Terpadu HEOC Aceh Tengah, Muhammad Jamil, menyebutkan pelayanan di lokasi tersebut mencakup pengobatan, penyuluhan, hingga trauma healing. Bahkan, tim harus melakukan evakuasi medis terhadap pasien dengan kondisi khusus.
“Satu pasien dengan kondisi Hernia Nucleus Pulposus (HNP) telah dirujuk ke RSUD Datu Beru untuk mendapatkan penanganan lanjutan,” pungkas Jamil.
Pemerintah Aceh menegaskan akan terus memastikan seluruh warga terdampak, terutama di wilayah pelosok, mendapatkan hak pelayanan kesehatan sebagai bagian dari percepatan pemulihan pascabencana. []
Wagub Aceh Dampingi Menko Polkam RI Tinjau Kesiapan Pembangunan Huntap di Aceh Utara











