KETIKKABAR.com – Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP dan WH) Kabupaten Aceh Besar akan memperketat pengawasan di sejumlah titik keramaian guna mengantisipasi pelanggaran Syariat Islam pada malam pergantian Tahun Baru Masehi 2026.
Langkah ini diambil untuk menjaga ketertiban umum serta memastikan masyarakat tetap patuh pada adat istiadat dan norma yang berlaku di Serambi Mekkah. Personel akan difokuskan pada lokasi yang dianggap rawan terjadinya pelanggaran.
“Kami akan mengerahkan petugas untuk melakukan patroli dan pengawasan di sejumlah titik yang dianggap rawan, termasuk kawasan wisata dan tempat-tempat keramaian. Ini dilakukan untuk mencegah aktivitas yang bertentangan dengan Syariat Islam,” ujar Kepala Satpol PP dan WH Aceh Besar, Muhajir, Selasa, 30 Desember 2025.
Larangan Pesta dan Empati Bencana
Pemerintah Kabupaten Aceh Besar secara tegas mengimbau masyarakat untuk tidak menyelenggarakan perayaan malam tahun baru. Selain karena pertimbangan nilai keagamaan, imbauan ini dilandasi rasa empati terhadap warga Aceh di beberapa wilayah yang saat ini masih berduka akibat bencana banjir.
Muhajir menjelaskan, pengerahan personel merujuk pada Seruan Bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh Besar. Seruan tersebut mencakup larangan terhadap berbagai aktivitas yang dinilai mengganggu ketertiban.
“Dalam seruan Forkopimda secara tegas disebutkan larangan pesta kembang api, konsumsi minuman keras, narkotika, pembakaran mercon atau petasan, meniup terompet, balap liar, serta aktivitas lain yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat,” jelas Muhajir.
Pengawasan Orang Tua dan Objek Wisata
Selain patroli keamanan, Forkopimda juga meminta para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak agar tidak berada di luar rumah hingga larut malam.
Masyarakat yang bepergian pun diingatkan untuk memastikan keamanan rumah guna menghindari risiko pencurian maupun kebakaran akibat korsleting listrik.
Muhajir juga memberikan peringatan khusus kepada para pengelola objek wisata di wilayah Aceh Besar agar berperan aktif mengontrol situasi di lokasi usaha mereka.
“Kami berharap dukungan seluruh elemen masyarakat agar malam pergantian tahun dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan selaras dengan nilai-nilai Syariat Islam yang kita junjung bersama,” pungkasnya.
Hingga saat ini, tim gabungan telah dipetakan untuk menyisir kawasan pesisir dan pusat kuliner di Aceh Besar guna memastikan situasi tetap kondusif menjelang pergantian tahun. []
Ditanya Menkeu Soal Utang Proyek Jembatan Aceh, KSAD Maruli: “Jaminannya Tentara!”











