KETIKKABAR.com – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, yang akrab disapa Ara, mengungkapkan adanya terobosan besar dalam penyediaan hunian bagi masyarakat terdampak bencana.
Sebanyak 2.603 unit rumah siap dibangun tanpa menggunakan sepeser pun dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Ara menjelaskan bahwa ribuan unit rumah tersebut merupakan hasil kolaborasi dari berbagai elemen non-pemerintah, termasuk dukungan dari Yayasan Buddha Tzu Chi serta kontribusi dari kantong pribadinya sendiri.
“Uangnya non-APBN, totalnya 2.603 unit rumah. Dari Yayasan Buddha Tzu Chi sebanyak 2.500 unit, dan dari saya pribadi 103 unit,” ujar Ara kepada awak media di Kantor Kemenko PMK, Jakarta Pusat, Kamis, 18 Desember 2025.
Efek Solidaritas dan Gotong Royong
Menurut Ara, kemudahan dalam menggalang bantuan non-pemerintah ini tidak terlepas dari tingginya kepercayaan publik terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Hal ini, kata dia, memicu tumbuhnya gerakan solidaritas dan gotong royong di tengah masyarakat sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.
“Jadi kita berkat kepercayaan publik yang begitu tinggi kepada Presiden Prabowo ini penting saya sampaikan, dan sebagai negara yang pancasilais di sini gerakan solidaritas-solidaritas, gotong royong itu berjalan dengan cepat,” jelasnya.
Ara merincikan, bantuan ribuan unit rumah tersebut akan dialokasikan untuk masyarakat terdampak bencana di sejumlah wilayah di Sumatera, yakni Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.
“Bahkan ini sangat cepat, per hari ini sudah ada kesiapan untuk membangun rumah bagi saudara-saudara kita di Sumut, Sumbar, dan Aceh sebesar 2.603 unit,” kata Ara menambahkan.
Langsung Bangun Hunian Tetap (Huntap)
Meskipun saat ini kondisi di lapangan masih dalam tahap masa tanggap darurat, Ara menegaskan bahwa kementeriannya bersama para mitra berkomitmen untuk langsung melompat ke tahap pembangunan hunian permanen, bukan sekadar hunian sementara.
“Dan kita sudah langsung, walaupun ini masih tahapan tanggap darurat, kita juga sudah segera siap. Doakan dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi, kita akan membangun hunian tetap, ingat ya huntap bukan huntara sebanyak 2.603 unit,” pungkasnya.
Langkah ini diharapkan dapat memberikan kepastian tempat tinggal bagi para penyintas bencana di Sumatera dengan waktu pengerjaan yang lebih efisien dan terukur. []
Pemerintah Siapkan ‘Jadup’ 3 Bulan bagi Pengungsi Sumatera yang Tempati Huntara










