Hukum

Saldi Isra Soroti Pernyataan Kepala BNPB Soal Bencana di Sumatera

KETIKKABAR.com – Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Saldi Isra mengungkapkan keprihatinannya terhadap pernyataan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto yang sempat viral di media sosial.

Suharyanto sebelumnya menyatakan bahwa situasi bencana di Sumatera hanya “mencekam di medsos” dan tidak mencerminkan kondisi sebenarnya di lapangan.

Saldi menganggap komentar tersebut tidak pantas keluar dari seorang perwira tinggi TNI yang juga menjabat sebagai pimpinan lembaga negara.

Pernyataan tersebut disampaikan Saldi dalam sidang lanjutan perkara 197/PUU-XXIII/2025 terkait uji materi Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2025 tentang TNI, yang dihadiri oleh sejumlah pejabat, termasuk Wakil Menteri Hukum dan HAM Edward Omar Sharif Hiariej (Eddy Hiariej).

Dalam sidang, Eddy Hiariej menjelaskan bahwa penempatan perwira TNI di kementerian atau lembaga negara merupakan permintaan langsung dari pimpinan kementerian/lembaga, bukan inisiatif dari pihak TNI sendiri.

Ia juga menambahkan bahwa ada mekanisme seleksi internal di tubuh TNI sebelum penempatan dilakukan.

Pemaparan tersebut langsung mendapat tanggapan dari Saldi, yang kemudian meminta penjelasan lebih lanjut mengenai proses seleksi tersebut.

BACA JUGA:
321 WNA Pelaku Judi Online Akan Dipindahkan ke Sejumlah Kantor Imigrasi untuk Pemeriksaan Lanjutan

Namun, komentar Saldi lebih lanjut tertuju kepada pernyataan Kepala BNPB yang dianggap kurang bijak, terutama terkait bencana yang terjadi di Sumatera.

“Tolong kami juga dijelaskan mekanisme seleksi seperti yang diceritakan Pak Wamen tadi,” ujar Saldi, yang lalu melanjutkan, “Saya sebetulnya merasa sedih mendengar pernyataan seorang perwira tinggi soal bencana di Sumatera Barat itu.”

Saldi bahkan mempertanyakan kredibilitas pernyataan tersebut.

“Ini diseleksi secara benar atau tidak? Masa bencana dikatakan hanya ributnya di medsos saja,” tambahnya

Dengan nada yang menunjukkan ketidaksetujuan terhadap sikap yang dinilai tidak sensitif terhadap bencana yang terjadi.

Sebelumnya, pada Minggu (30/11/2025), Kepala BNPB Suharyanto sempat meminta maaf kepada Bupati Tapanuli Selatan, Gus Irawan Pasaribu, setelah menyaksikan langsung dampak besar dari banjir yang melanda wilayah tersebut.

BACA JUGA:
Sindikat Joki UTBK Terbongkar: Tarif Rp112 Juta, Incar Fakultas Kedokteran

Dalam permintaan maafnya, Suharyanto mengaku tidak menyangka seberapa parah dampak banjir di desa Aek Garoga, Kecamatan Batang Toru, yang sebelumnya ia nilai hanya “mencekam di medsos.”

“Saya tidak mengira sebesar ini. Saya mohon maaf, Pak Bupati. Ini bukan berarti kami tidak peduli,” ujar Suharyanto, sembari menegaskan bahwa BNPB hadir untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana.

Pernyataan Kepala BNPB ini pun sempat menuai kritik di kalangan masyarakat dan pejabat setempat, yang merasa bahwa penanggulangan bencana yang terjadi selama ini belum memadai.

Namun, Suharyanto menegaskan kembali komitmen BNPB untuk membantu penanganan bencana di wilayah tersebut. []

Suharyanto Minta Maaf Setelah Menganggap Bencana Sumatera Hanya Sebatas Viral di Medsos

TERKAIT LAINNYA