Olahraga

Andre Rosiade: STY Masih Jadi Kandidat Pelatih Timnas

KETIKKABAR.com – Penasihat Semen Padang FC sekaligus anggota DPR RI, Andre Rosiade, kembali angkat bicara mengenai proses pencarian pelatih baru untuk Timnas Indonesia.

Dalam wawancara pada acara podcast di Channel YouTube Bicara Bola, Senin (24/11/2025), Andre menegaskan bahwa PSSI harus melakukan seleksi pelatih secara transparan dan sesuai aturan organisasi.

Ia juga mengungkapkan bahwa nama Shin Tae-yong (STY) masih ada dalam daftar lima kandidat yang sedang dipertimbangkan PSSI.

“Informasinya harusnya ada, STY masih ada dalam lima besar. Itu harus transparan, kita ingin tahu apa yang ditawarkan setiap kandidat. Apalagi mayoritas masyarakat Indonesia menginginkan STY kembali. Masa aspirasi rakyat ini tidak diakomodir? Minimal beri kesempatan presentasi,” ujar Andre, menanggapi pertanyaan dari kiper Persela Lamongan, Alfonsius Kelvan.

Menurut Andre, STY memiliki keunggulan karena sudah memahami kultur sepak bola Indonesia, mengingat sebelumnya telah melatih Timnas Indonesia.

Hal ini, menurutnya, akan mengurangi kebutuhan adaptasi dan lebih hemat dari sisi biaya jika dibandingkan dengan pelatih asing yang berbiaya tinggi.

Selain itu, Andre percaya bahwa STY dapat menularkan DNA kompetitif kepada pemain muda dan pemain naturalisasi, sehingga lebih bersemangat untuk mencapai target jangka panjang, seperti Piala Dunia 2030.

“Saya konsisten mendukung CLBK (Cinta Lama Bersemi Kembali) dengan alasan yang jelas. STY memahami kultur sepak bola Indonesia dan memiliki pengalaman yang sangat berharga untuk masa depan Timnas,” kata Andre.

BACA JUGA:
Persib Tekuk Bali United 3-2, Kokoh di Puncak Klasemen Meski Main 10 Orang

Andre juga menekankan perlunya mekanisme pemilihan pelatih yang jelas, akuntabel, dan berdasarkan kinerja, bukan popularitas atau hubungan elit.

Ia mengutip Pasal 43 ayat (1) huruf L Statuta PSSI 2025 yang menyebutkan bahwa komite teknis, seperti BTN dan Direktur Teknik, harus memberikan rekomendasi, dan Exco PSSI yang memutuskan secara kolegial.

“Kami dorong agar lima kandidat diumumkan publik dan diundang untuk presentasi, sehingga rakyat bisa ikut mengontrol. Jangan sampai kita mengulang kesalahan seperti saat memilih Patrick Kluivert tanpa kriteria yang jelas,” tegas Andre.

Selain itu, Andre mengusulkan agar PSSI menetapkan key performance indicators (KPI) yang jelas dalam kontrak pelatih, misalnya target Piala Asia, kualifikasi Piala Dunia, dan prestasi jangka menengah.

Ia menyarankan agar evaluasi kinerja pelatih dilakukan berdasarkan pencapaian tersebut, bukan berdasarkan popularitas atau hubungan politik.

“Kontrak pelatih harus disusun dengan klausul evaluasi berdasarkan kinerja. Bukan hanya pergantian nama, tapi dengan KPI dan presentasi terbuka, kita bisa memilih pelatih yang benar-benar berkontribusi untuk masa depan sepak bola Indonesia,” ujarnya.

Andre juga mengkritik gaya kepemimpinan federasi yang menurutnya terlalu mengandalkan keputusan dari satu tokoh, seperti Ketua Umum.

BACA JUGA:
Manajemen Dewa United Tempuh Jalur Hukum Terkait Tendangan Kungfu di EPA U-20

Ia menekankan bahwa Timnas Indonesia adalah milik rakyat, bukan milik figur tertentu dalam federasi.

“Era di mana keputusan besar hanya datang dari satu orang harus diakhiri. Timnas adalah milik rakyat, bukan milik siapapun di dalam federasi,” ujarnya.

Meski proses pemilihan pelatih tidak selalu ideal, Andre mengimbau para suporter untuk tetap mendukung Timnas Indonesia.

“Mari dukung Timnas kapan pun, baik saat badai maupun saat cerah. Kita sudah belajar dari masa lalu—evaluasi penting, tapi semangat kita sebagai suporter harus tetap solid,” katanya.

Andre juga memaparkan visi jangka panjangnya untuk sepak bola Indonesia. Menurutnya, dengan pemilihan pelatih yang tepat dan pembinaan pemain usia muda yang lebih intensif, Timnas Indonesia memiliki peluang besar untuk menembus Piala Dunia 2030.

Ia menekankan pentingnya pembinaan akar rumput melalui Sekolah Sepak Bola (SSB) dan kompetisi usia muda.

Sebagai pemodal Semen Padang, Andre menegaskan komitmennya untuk terus mendukung sepak bola di Sumatera Barat, bukan untuk kepentingan politik, tetapi karena passion terhadap olahraga tersebut.

“Saya tidak pernah menggunakan sepak bola untuk politik,” katanya menutup wawancara.[]

Indonesia Bangun Pusat Pelatihan Olahraga Terbaik se-ASEAN, Restu Presiden Prabowo Turun

Source: wartakota

TERKAIT LAINNYA