KETIKKABAR.com – Kasus ledakan yang mengguncang SMA Negeri 72 Jakarta pada Jumat, 7 November 2025, kini memasuki babak baru.
Polisi mengungkap fakta mengejutkan bahwa pelaku, seorang anak berkonflik hukum (ABH), membeli bahan-bahan untuk membuat bom melalui daring. Ini terungkap setelah penyidik menelusuri jejak digitalnya.
Kepada pihak berwajib, orangtua pelaku mengaku menerima paket yang dikirimkan ke rumah mereka. Namun, mereka tak menyangka bahwa barang-barang tersebut terkait dengan tindak kriminal.
“Pelaku mengatakan bahwa barang-barang itu untuk kegiatan ekstrakurikuler sekolah, sehingga keluarga tidak merasa curiga,” jelas Kombes Budi Hermanto, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Jumat (21/11).
Penyidik masih terus mendalami peristiwa ini, meskipun pelaku belum bisa dimintai keterangan lebih lanjut.
“Dokter menyatakan kondisi pelaku masih belum stabil. Ia sering bingung dan belum sepenuhnya pulih,” tambah Budi.
Proses pemeriksaan lebih lanjut pun masih menunggu kesembuhan pelaku, yang nantinya akan melibatkan berbagai pihak, termasuk Badan Pemasyarakatan (Bapas), Dinas Sosial, serta Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).
Ledakan yang terjadi sekitar pukul 12.15 WIB itu mengguncang area masjid sekolah saat salat Jumat berlangsung. Meski tidak ada korban jiwa, 96 orang tercatat mengalami luka-luka akibat peristiwa tersebut.
Juru Bicara Densus 88 Antiteror Polri, AKBP Mayndra Eka Wardhana, menegaskan bahwa peristiwa ini tidak terkait dengan terorisme.
“Ini adalah tindakan kriminal biasa, bukan aksi terorisme,” ujar Mayndra dalam konferensi pers pada 11 November 2025.[]
Polda Metro Jaya Bongkar Penyelundupan Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp 4 Miliar








