KETIKKABAR.com – Bupati Pati, Sudewo, akhirnya angkat bicara mengklarifikasi potongan video viral yang dinilai menantang warga terkait penolakan kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB-P2).
Dalam video yang diunggah akun X @jateng_twit, Sudewo menegaskan bahwa ucapannya bukanlah bentuk tantangan kepada rakyatnya.
“Saya hanya menegaskan keputusan saya dalam hal ini sudah bulat untuk pembangunan rakyat, itu sudah tepat, bukan kalimat tantangan. Saya tidak menantang rakyat, mosok rakyat saya tantang,” ujarnya.
Ia menambahkan, pernyataan “5.000 silakan, 50.000 silakan” hanya bertujuan untuk menunjukkan keteguhan keputusannya demi pembangunan di Pati.
Terkait pembubaran posko penggalangan dana untuk aksi protes, Sudewo menjelaskan bahwa penertiban dilakukan karena lokasi posko mengganggu jalannya prosesi kirab Hari Jadi Kabupaten Pati. Ia membantah adanya kekerasan atau tindakan anarkis yang dilakukan oleh Satpol PP.
“Kalau mau demo silakan, kalau mau penggalangan dana silakan, tapi yang kemarin ditertibkan itu karena ada proses kirab dan dia berada di tempat yang mengganggu,” jelasnya.
Sudewo kembali memaparkan alasan di balik kebijakan menaikkan tarif PBB-P2 hingga sekitar 250 persen. Menurutnya, tarif PBB di Pati sudah tidak disesuaikan selama 14 tahun dan pendapatan dari sektor ini stagnan di angka Rp29 miliar per tahun.
Kenaikan ini, menurut Sudewo, bertujuan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan mendanai proyek-proyek prioritas seperti infrastruktur, rumah sakit, pertanian, dan perikanan, agar sebanding dengan kabupaten tetangga yang memiliki pendapatan PBB lebih tinggi.[]
Pembubaran Posko Demo PBB di Pati Berakhir Ricuh, Sekda Terseret Adu Mulut












