Politik

Buni Yani Tuding Gubernur Dedi Mulyadi Alergi Islam, Gara-Gara Ganti Nama RSUD

KETIKKABAR.com – Politikus Partai Ummat, Buni Yani, melontarkan kritik tajam terhadap Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM).

Ia menuding sang gubernur alergi terhadap simbol-simbol Islam, menyusul keputusan kontroversial mengganti nama RSUD Al Ihsan menjadi RSUD Welas Asih.

“Kalau Dedi Mulyadi alergi dengan hal-hal yang berbau Islam, ya memang begitulah adanya. Fakta berbicara sendiri,” ujar Buni Yani melalui unggahan Facebook pribadinya, Rabu (9/7/2025).

Tak berhenti sampai di situ, Buni Yani juga mengunggah kembali sebuah video lawas tahun 2023, memperlihatkan Dedi Mulyadi sembah sungkem ke Kereta Kencana Ki Jaga Rasa, kendaraan simbolik miliknya yang disimpan di Lembur Pakuan, Kabupaten Subang.

Video itu merupakan momen saat Dedi hendak melepas kereta tersebut untuk membawa bendera pusaka ke Istana Negara dalam rangka HUT ke-78 RI pada Agustus 2023.

BACA JUGA:
Jokowi Bakal Keliling Indonesia, Hendri Satrio: Waspada Safari Politik Bisa Ciptakan "Musuh"

Baca juga: Buni Yani: Gelar Perkara Ijazah Palsu Tak Bernilai, Jokowi Dinilai “Mangkir”

Aksi tersebut kembali menuai sorotan karena dinilai mencerminkan kecenderungan spiritual atau simbolik yang jauh dari nilai-nilai keislaman menurut Buni Yani.

Sementara itu, Dedi Mulyadi membantah semua tudingan tersebut dan menyebut perubahan nama RSUD Al Ihsan menjadi Welas Asih murni soal legalitas dan administrasi negara.

Menurut Dedi, RSUD tersebut telah menjadi aset Pemprov Jabar sejak tahun 2004, setelah kasus korupsi yang melibatkan pimpinan Yayasan Al Ihsan.

“Pernyataan yang menyebut RS itu dibiayai dana umat tidak benar. Rumah sakit ini dikelola dan dibiayai sepenuhnya oleh APBD,” tegas Dedi dalam pernyataan resminya di Bandung, Senin (7/7/2025).[]

BACA JUGA:
Di Tengah Isu Reshuffle, Rocky Gerung Kritik Kapasitas Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa

TERKAIT LAINNYA