Internasional

Khamenei Serukan Persatuan Umat: “Perpecahan Sunni-Syiah Adalah Proyek Musuh”

KETIKKABAR.com – Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, kembali mengingatkan pentingnya persatuan umat Islam di tengah derasnya propaganda yang berusaha memecah belah Syiah dan Sunni.

Dalam pidatonya yang menggugah, Khamenei menegaskan bahwa penderitaan umat di Gaza dan wilayah konflik lain tak boleh diabaikan oleh sesama Muslim. Ia menyebut ada upaya sistematis untuk mengadu domba mazhab Islam demi kepentingan geopolitik pihak tertentu.

“Identitas umat Islam adalah hal mendasar yang melampaui batas-batas negara,” tegas Khamenei.

“Perbatasan geografis tidak bisa menghapus realitas kesatuan Islam.”

Menurutnya, musuh sengaja menciptakan tekanan agar komunitas Syiah dan Sunni saling mencurigai, bahkan mencaci, satu sama lain.

Baca juga: Khamenei Menghilang, Iran di Persimpangan Krisis dan Perebutan Kekuasaan

BACA JUGA:
Tragedi Shreveport: Pria di AS Tembak Mati Delapan Anak Sebelum Tewas di Tangan Polisi

Khamenei menekankan bahwa persatuan Islam bukan sekadar strategi politik, tapi prinsip suci yang tercantum dalam Al-Qur’an. Ia mengajak para ulama Sunni untuk tidak terpancing provokasi yang dapat merusak harmoni antar mazhab.

“Komunitas Sunni kita telah menunjukkan keteguhan dalam menjaga persatuan. Lebih dari 15.000 pejuang Sunni gugur dalam Perang Pertahanan Suci,” ujarnya bangga.

Khamenei juga mengingatkan bahwa dukungan terhadap Palestina adalah kewajiban semua Muslim, tanpa kecuali.

“Siapa pun yang mengabaikan kewajiban ini, akan dimintai pertanggungjawaban oleh Tuhan,” tandasnya.

Baca juga: “Kemunafikan!”: Rusia Guncang Sidang PBB Soal Israel dan Senjata Nuklir

Sejumlah ulama terkemuka dari kalangan Sunni seperti Mawlavi Abdul-Rahman Chabahari (Sistan dan Baluchestan), Mawlavi Abdul-Rahim Khatibi (Hormozgan), dan Mamosta Abdul-Salam Imami (Azerbaijan Barat) menyampaikan apresiasi terhadap komitmen Khamenei dalam memperkuat persatuan umat.

BACA JUGA:
Iran Ancam Ratakan Seluruh Pelabuhan Teluk Jika Trump Berani Blokade Selat Hormuz

Mereka menegaskan pentingnya memanfaatkan potensi wilayah mayoritas Sunni untuk pembangunan nasional, dan menyerukan agar ekstremisme diperangi secara bersama.

“Agenda kita bersama adalah menjaga Islam dari perpecahan dan kekerasan,” ujar salah satu ulama.[]

TERKAIT LAINNYA