Internasional

Rudal Hipersonik Fatah 1, Capai Tel Aviv dalam 400 Detik

KETIKKABAR.com – Iran meluncurkan rudal hipersonik Fatah 1 saat serangan ke wilayah Israel pada Rabu, 18 Juni 2025 dini hari waktu setempat.

Ini merupakan peluncuran perdana dari rudal hipersonik buatan dalam negeri yang langsung diarahkan ke sasaran strategis di Tel Aviv.

Dalam suasana penuh euforia, spanduk besar terpampang di pusat Kota Teheran dengan tulisan mencolok: “400 Detik Menuju Tel Aviv”.

Slogan tersebut merujuk pada waktu tempuh luar biasa rudal tersebut, hanya 400 detik atau sekitar 6 menit untuk mencapai target sejauh 1.700 kilometer.

Rudal tersebut dilaporkan berhasil melakukan manuver tajam untuk menghindari sistem pertahanan udara Israel, termasuk Iron Dome dan David’s Sling.

BACA JUGA:
Satgas TMMD Ke-128 Kodim 0117/Aceh Tamiang Pacu Pembangunan Infrastruktur di Sekerak

Baca juga: Israel Gempur, Nuklir Iran Masih Utuh!

Rudal Fatah 1 disebut melaju dengan kecepatan luar biasa, hingga 15 kali kecepatan suara (Mach 15), menjadikannya salah satu senjata paling cepat dan sulit dicegat di dunia saat ini.

Meski demikian, pihak militer Israel mengklaim berhasil mencegat sebagian besar rudal yang mengarah ke wilayahnya.

Namun, media lokal melaporkan kebakaran hebat di wilayah tengah Israel yang menghanguskan setidaknya 20 kendaraan.

Insiden itu dikatakan disebabkan oleh puing-puing rudal hasil intersepsi, bukan serangan langsung.

Beberapa analis dan media pro-Iran menduga, Israel sengaja menutupi tingkat kerusakan sebenarnya dengan membatasi informasi publik dan akses ke lokasi terdampak.

Spekulasi pun merebak bahwa intersepsi tidak sepenuhnya berhasil, dan ada kebocoran sistem pertahanan yang tidak diakui secara resmi.

BACA JUGA:
DPW PGR Aceh Serahkan Dokumen SKT ke DPP, Optimis Perkuat Konsolidasi Partai

Serangan ini menjadi tonggak baru dalam eskalasi militer antara Iran dan Israel, sekaligus menunjukkan lompatan signifikan dalam kemampuan persenjataan Iran, terutama dalam teknologi rudal hipersonik.

Situasi di kawasan diprediksi akan terus memanas, dengan berbagai pihak internasional menyerukan penahanan diri demi mencegah perang terbuka berskala luas.[]

TERKAIT LAINNYA