Politik

Jalan Pemakzulan Gibran Terbuka! Akun Fufufafa Jadi Ancaman Serius

KETIKKABAR.com – Isu pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka makin memanas. Kali ini, bukan soal politik elektoral atau kebijakan publik, melainkan soal akun anonim bernama Fufufafa yang menghantui ruang digital.

Pernyataan mengejutkan datang langsung dari Mahfud MD, mantan Menko Polhukam RI. Dalam kanal YouTube pribadinya Mahfud MD Official, ia menyebut bahwa kasus akun Fufufafa bisa menjadi alasan kuat untuk memakzulkan Gibran, jika terbukti benar.

“Kalau Fufufafa itu benar diungkap dan benar itu menyangkut Gibran, itu sudah jadi alasan yang sangat kuat untuk itu,” ujar Mahfud tegas, dikutip Kamis (12/6/2025).

Baca juga: Mahfud MD: Jika Fufufafa Terbukti Milik Gibran, Itu Alasan Kuat untuk Pemakzulan

BACA JUGA:
Jokowi Agendakan Kunjungan ke Berbagai Daerah untuk Temui Masyarakat dan Kader PSI

Mahfud menegaskan, proses pemakzulan tidaklah sederhana. Namun jika bukti autentik mengaitkan Gibran dengan aktivitas akun tersebut, maka pelanggaran etika, moral, dan bahkan hukum bisa menjadi pintu masuk pemakzulan resmi oleh DPR.

“Prosedurnya memang panjang, tapi kalau terbukti, bisa saja jadi pemicu gelombang pemakzulan,” tambahnya.

Akun Fufufafa pertama kali viral setelah diungkap oleh warganet di platform X (Twitter). Akun ini dituding menghina tokoh-tokoh nasional, termasuk Prabowo Subianto dan anaknya, Didit Hediprasetyo, serta Susilo Bambang Yudhoyono, Titiek Soeharto, dan Anies Baswedan.

Baca juga: Mahfud MD: Dasar Hukum Pemakzulan Gibran Kuat, Tapi Harus Penuhi 6 Syarat Konstitusional

Tak berhenti di situ, akun tersebut juga menyasar sejumlah publik figur dan artis wanita dengan komentar yang seksis, merendahkan, bahkan melecehkan.

BACA JUGA:
Pertemuan Mualem dan Nurdiansyah Alasta Jadi Sorotan Jelang Musda Demokrat Aceh

Nama-nama seperti Syahrini, Pevita Pearce, Cinta Laura, Bella Shofie, hingga Rachel Maryam disebut-sebut pernah jadi sasaran.

Lebih parah, akun itu juga diketahui meninggalkan jejak komentar rasis terhadap kelompok etnis tertentu, termasuk etnis Papua.[]

TERKAIT LAINNYA