Nasional

Roy Suryo Bongkar KKN Jokowi, Rismon Siap Polisikan Skripsi, Dokter Tifa Bandingkan SKS

KETIKKABAR.com – Setelah polemik ijazah Jokowi menyeruak ke publik, kini giliran Kuliah Kerja Nyata (KKN) Jokowi yang dipertanyakan keabsahannya.

Kali ini, mantan Menpora dan pakar telematika Roy Suryo menyoroti kejanggalan dalam proses akademik Jokowi saat kuliah di Universitas Gadjah Mada (UGM).

Roy Suryo menyebut bahwa program KKN umumnya dijalani mahasiswa setelah menempuh sekitar 100 SKS, bukan di tahun ketiga seperti yang disebutkan dalam kisah akademik Jokowi.

“Mana ada mahasiswa S1 yang baru menempuh kurang dari 100 SKS sudah bisa KKN. Biasanya belum sampai 80 SKS,” tegas Roy dalam acara Indonesia Lawyers Club, Kamis (29/5/2025).

Ia juga merujuk kesaksian warga Desa Wonosegoro, Boyolali, lokasi yang diklaim sebagai tempat KKN Jokowi pada 1983. “Mereka bersaksi, saat itu belum ada program KKN dari UGM di desa mereka,” ujarnya.

Roy menambahkan bahwa dokumen akademik Jokowi juga mengandung banyak kejanggalan. Ia menyoroti transkrip nilai (KHS) yang beredar, menyebut tidak ada nilai KKN di dalamnya. “Kalau tidak ada nilai KKN, bagaimana bisa dikatakan sudah menjalani?” tanya Roy.

BACA JUGA:  Istana Tepis Isu Reshuffle Kabinet dan Pergantian Menteri PU Dody Hanggodo

Tak hanya itu, Roy turut menyoroti kondisi skripsi Jokowi yang dinilainya janggal. “Tanpa lembar pengesahan asli, cuma fotokopi dengan noda kopi di tengah halaman, bagaimana bisa dianggap sah? Ini mencoreng integritas akademik,” kecamnya.

Baca Juga: Pakar Forensik Ungkap Dugaan Kejanggalan Ijazah Jokowi: DPI Terlalu Tinggi, Bareskrim Dinilai Tak Ilmiah

Sementara itu, pakar forensik digital Rismon Sianipar mengumumkan akan melaporkan Jokowi ke Bareskrim dan Pengadilan Perdata terkait dugaan skripsi palsu.

Peperangan baru! Jokowi akan dilaporkan atas skripsi palsu!” tulis Rismon di akun X, 31 Mei 2025.

Rismon menyoroti formulir her-registrasi Jokowi yang ditampilkan Bareskrim, menyebut bahwa status Jokowi hanya sarjana muda dengan total SKS 122, padahal menurutnya seorang sarjana penuh wajib menulis skripsi.

“Sarjana muda tidak menulis skripsi,” ujar Rismon, sembari menyebut bahwa pihaknya tengah menyusun laporan resmi.

Menambah tekanan, Dokter Tifa yang juga alumni UGM ikut meragukan klaim akademik Jokowi. Ia membandingkan jumlah SKS yang ditempuhnya saat meraih gelar dokter dengan jumlah SKS Jokowi saat menjadi insinyur kehutanan.

BACA JUGA:  Mendagri Tito Karnavian Soroti Maraknya OTT Kepala Daerah, Singgung Masalah Biaya Politik dan Integritas

“Jadi dokter butuh 211 SKS. Masa jadi Ir Kehutanan cuma 122 SKS? Siapa yang bohong ini?” tulisnya melalui unggahan di X, Sabtu (31/5/2025).

Dalam unggahannya, Dokter Tifa merinci bahwa ia menempuh 157 SKS untuk menjadi sarjana kedokteran, ditambah 54 SKS program profesi. Ia pun menilai jumlah 122 SKS milik Jokowi terlalu rendah untuk standar gelar insinyur dari UGM.

Roy Suryo juga menyentil sikap UGM yang menurutnya terlalu pasif dalam merespons kontroversi ini. “UGM sebagai institusi akademik harusnya lebih bertanggung jawab. Jangan cuma diam,” katanya.

Sementara Bareskrim Polri sebelumnya telah menyatakan bahwa ijazah Jokowi asli dan identik dengan lulusan UGM tahun 1985. Namun, pihak Roy Suryo dan tim tetap bersikukuh bahwa ada indikasi kuat manipulasi dokumen akademik.[]

TERKAIT LAINNYA