KETIKKABAR.com – Polemik seputar skripsi dan keabsahan ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) kembali mencuat ke permukaan.
Kali ini, sorotan datang dari ahli sejarah asal Leiden University, Belanda, Suryadi, yang membongkar fakta berbeda terkait status Kasmudjo, dosen Fakultas Kehutanan UGM, tempat Jokowi menimba ilmu pada era 1980-an.
Suryadi membeberkan temuan mengejutkan: Kasmudjo bukan lagi asisten dosen saat Jokowi kuliah, melainkan sudah berstatus sebagai dosen tetap sejak 1976, atau empat tahun sebelum Jokowi masuk UGM.
“Pak Kasmudjo pada tahun 1976 sudah tercatat sebagai dosen tetap di Fakultas Kehutanan UGM,” ungkap Suryadi dalam wawancara di kanal YouTube Hersubeno Point, Jumat (30/5/2025).
Temuan itu ia dasarkan pada dokumen resmi berjudul “Jejak Langkah Fakultas Kehutanan UGM Mencerdaskan Bangsa” karya Moch. Sambas Sabarnurdin—seorang dosen dan Guru Besar UGM yang juga tercatat aktif mengajar Silvikultur dan Agroforestri.
Dalam slide presentasi yang ditampilkan Suryadi, nama Kasmudjo tercatat lengkap dengan gelar Bachelor of Science (B.Sc.) sebagai dosen tetap pada tahun 1976-1980. Hal ini tentu bertentangan dengan pernyataan Kasmudjo sendiri yang menyebut dirinya hanyalah asisten dosen saat Jokowi kuliah (1980–1985).
“Menurut saya, pernyataan beliau berubah-ubah. Ini yang perlu dipertanyakan,” lanjut Suryadi.
Baca Juga: Map Biru untuk Try Sutrisno: FPP TNI Dorong Pemakzulan Gibran, 332 Purnawirawan TNI Bertanda Tangan!
Sebelumnya, Kasmudjo sempat bersaksi di pengadilan bahwa dirinya tidak pernah menjadi pembimbing skripsi Jokowi, apalagi mengetahui keberadaan ijazahnya. Ia mengaku hanya bertugas sebagai asisten dosen yang mendampingi pengajaran di laboratorium, terutama di bidang non-kayu dan mabel.
“Saya tidak membimbing dan tidak mengetahui proses (skripsi). Pembimbingnya itu Prof. Soemitro,” ujar Kasmudjo dalam sidang di Pengadilan Negeri Sleman, 13 Mei 2025.
Ia juga menyebut tidak pernah berbicara tentang ijazah ketika Jokowi berkunjung ke rumahnya beberapa waktu lalu.
“Enggak ada (obrolan soal ijazah), enggak sama sekali,” tegasnya.
Dalam kesempatan terpisah, Jokowi juga membenarkan pernyataan Kasmudjo, namun menegaskan bahwa Kasmudjo hanyalah pembimbing akademik, bukan pembimbing skripsi.
“Ya memang bukan pembimbing skripsi. Pembimbing saya itu adalah Prof. Dr. Ir. Ahmad Soemitro,” ujar Jokowi saat diwawancarai di kediamannya di Solo, Jumat (23/5/2025).[]




















