KETIKKABAR.com — Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh mengedukasi lebih dari 700 pelajar, santri, dan masyarakat di Kabupaten Pidie tentang cara merawat uang, mengenali keaslian Rupiah, serta menggunakannya secara bijak melalui program Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah pada 29 September hingga 2 Oktober 2026.
Kegiatan yang menyasar sekolah, pesantren, dan kelompok masyarakat ini dilakukan untuk memperluas pemahaman tentang Rupiah dan peran Bank Indonesia.
Selama empat hari, Bank Indonesia (BI) Aceh mengunjungi sembilan sekolah dan pesantren serta satu kelompok masyarakat.
Program tersebut dilaksanakan melalui kegiatan CBP Rupiah Saweu Sikula dan Saweu Gampong dengan pendekatan edukasi langsung ke lingkungan sasaran.
Sembilan lembaga pendidikan yang dikunjungi adalah SMAN 1 Sigli, SMAN 2 Sigli, SMAN 3 Sigli, SMAN 1 Mutiara Sigli, SMKN 1 Sigli, MAN 1 Pidie, SMPN 3 Unggul Sigli, SMA Sukma Bangsa Pidie, dan Pesantren Ummul Quran Sigli.
Selain pelajar dan santri, BI Aceh memberikan edukasi kepada ibu-ibu Tim Penggerak PKK Kecamatan Peukan Baro. Mereka diajak memahami pentingnya Rupiah dalam kehidupan sehari-hari serta mengelola keuangan secara bijak, terutama dalam lingkup keluarga.
BI Aceh Ajarkan Cara Merawat dan Mengenali Keaslian Rupiah
Melalui program Saweu Sikula dan Saweu Gampong, BI Aceh mendatangi sekolah dan lingkungan masyarakat agar edukasi Rupiah dapat menjangkau lebih banyak orang. Materi disampaikan dengan metode sederhana agar mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Salah satu materi utama adalah cara merawat uang Rupiah melalui prinsip 5J, yakni Jangan Dilipat, Jangan Dicoret, Jangan Distapler, Jangan Diremas, dan Jangan Dibasahi.
Peserta juga mendapatkan pengetahuan tentang cara mengenali ciri keaslian uang Rupiah. Selain itu, mereka diajak memahami pentingnya menggunakan uang secara bijak ketika berbelanja maupun memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Edukasi tersebut diharapkan dapat membentuk kebiasaan masyarakat dalam memperlakukan uang dengan baik sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap uang palsu.
Siswa Dikenalkan dengan Peran Bank Indonesia
Bagi siswa SMA dan sederajat, materi edukasi tidak hanya membahas uang Rupiah. BI Aceh juga memperkenalkan tugas dan peran Bank Indonesia sebagai bank sentral, termasuk perkembangan sistem pembayaran yang semakin dekat dengan aktivitas masyarakat.
Dengan pembekalan tersebut, para siswa diharapkan tidak hanya mampu mengenali dan merawat Rupiah, tetapi juga memahami peran Bank Indonesia dalam menjaga serta mengelola sistem pembayaran di Indonesia.
BI Aceh menilai pemahaman tentang Rupiah perlu ditanamkan sejak usia sekolah. Selain berfungsi sebagai alat pembayaran, Rupiah merupakan simbol kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang perlu dijaga bersama.
Melalui kegiatan ini, pelajar, santri, dan anggota PKK diharapkan dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh sekaligus menyebarkannya kepada keluarga dan lingkungan sekitar.
BI Aceh Perluas Program ke Kabupaten dan Kota Lain
Kegiatan edukasi di Pidie menjadi bagian dari upaya BI Aceh memperluas pemahaman masyarakat mengenai Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah.
Ke depan, program Saweu Sikula dan Saweu Gampong akan terus dikembangkan ke berbagai kabupaten dan kota di Aceh.
Kerja sama dengan sekolah, pesantren, dan kelompok masyarakat juga akan diperkuat agar semakin banyak warga memperoleh akses terhadap edukasi Rupiah.
Melalui pendekatan langsung tersebut, BI Aceh berharap kesadaran masyarakat untuk merawat uang, mengenali keasliannya, dan menggunakannya secara bijak semakin meningkat.
Edukasi ini sekaligus menjadi upaya memperkuat pemahaman masyarakat terhadap Rupiah sebagai alat pembayaran dan simbol kedaulatan negara. []











