Nasional

Polri: Jaga Ruang Demokrasi, Layani Aspirasi dan Lindungi Aktivitas Masyarakat

KETIKKABAR.com — Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menyatakan kesiapannya untuk melayani serta mengawal masyarakat yang menyampaikan aspirasi pada Kamis (24/9/2026).

Pengamanan di lapangan diarahkan untuk memastikan aksi berjalan aman dan damai, tanpa mengganggu aktivitas warga lainnya.

Pendekatan humanis, komunikasi intensif, dan pengaturan terukur diterjunkan melalui sinergi jajaran kewilayahan.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir menegaskan bahwa penyampaian pendapat merupakan hak yang dijamin dalam kehidupan demokrasi.

“Polri menghormati dan menjamin ruang masyarakat untuk menyampaikan aspirasi sebagai bagian dari kehidupan demokrasi. Kehadiran Polri adalah untuk melayani dan mengawal agar penyampaian pendapat dapat berlangsung secara aman, damai, tertib, dan bertanggung jawab, dengan tetap memperhatikan hak masyarakat lainnya,” ujar Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (24/9/2026).

Johnny mengingatkan bahwa ruang publik merupakan fasilitas bersama tempat warga bekerja, belajar, hingga menggerakkan roda ekonomi. Oleh sebab itu, ruang demokrasi dan aktivitas harian warga harus saling menghormati.

“Demokrasi memberikan ruang bagi setiap warga negara untuk menyampaikan pikiran dan aspirasinya. Pada saat yang sama, ruang publik juga menjadi tempat masyarakat menjalankan berbagai aktivitas. Karena itu, mari kita bersama-sama menjaga agar hak menyampaikan pendapat dapat berjalan, tanpa mengganggu hak masyarakat lainnya,” tegasnya.

BACA JUGA:  Meriahkan HUT ke-81 TNI, Pangdam IM Resmi Buka Open Tournament Bola Voli Piala Panglima TNI 2026

Sebagai langkah konkret di lapangan, Polda Metro Jaya telah mematangkan kesiapan personel dan skema pengamanan di sejumlah titik aksi.

Kesiapan ini dimantapkan melalui Tactical Floor Game (TFG) yang dipimpin Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Asep Edi Suheri, Rabu (23/9/2026).

Melalui TFG, penempatan personel, pengawalan massa, komunikasi, hingga rekayasa lalu lintas telah dipetakan secara situasional agar mobilitas publik tidak lumpuh.

“Polri hadir untuk melayani seluruh masyarakat. Kepada saudara-saudara kita yang menyampaikan aspirasi, kami memberikan ruang dan pelayanan agar dapat menyampaikan pendapat dengan aman dan tertib. Kepada masyarakat lainnya, kami juga memastikan aktivitas, mobilitas, pekerjaan, pendidikan, dan kegiatan sosial tetap dapat berjalan,” jelas Johnny.

BACA JUGA:  2 Kali Sempat Ditolak Sidak, Ombudsman Bongkar 'Vila Mini' Mewah Dihuni Napi di Lapas Cibinong

Ia turut mengimbau massa aksi untuk mematuhi aturan hukum yang berlaku serta tidak mudah terprovokasi isu hoax yang berpotensi memperkeruh suasana di lapangan.

“Demokrasi akan tumbuh dengan baik ketika ruang perbedaan dapat dikelola dengan saling menghormati. Karena itu, mari kita jaga bersama suasana yang aman, damai, dan tertib.

Aspirasi dapat disampaikan dengan tegas, namun tetap dengan cara-cara yang bertanggung jawab dan menghormati hak warga negara lainnya,” tuturnya.

Menutup keterangannya, Johnny menekankan komitmen Korps Bhayangkara dalam mengawal kebebasan berpendapat.

“Polri untuk Demokrasi berarti Polri hadir untuk melayani, mengawal, dan menjaga agar ruang demokrasi dapat digunakan masyarakat dengan baik. Mari kita bersama-sama menjaga persatuan, menghormati perbedaan, dan memastikan penyampaian aspirasi maupun aktivitas masyarakat lainnya dapat berjalan secara aman, damai, tertib, dan nyaman,” pungkas Johnny.[]

TERKAIT LAINNYA