Nasional

Di Tengah Duka Gempa, Kasatgas Humas Polri Beri Penguatan untuk Personel dan Warga Ende

KETIKKABAR.com — Di tengah situasi pascagempa bumi yang masih menyisakan duka mendalam bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur, perhatian dan empati turut diberikan kepada para personel kepolisian yang ikut terdampak bencana.

Kasatgas Humas Ops Aman Nusa II Penanggulangan Bencana NTT, Kombes Pol Bayu Suseno, melakukan kunjungan langsung untuk menyambangi tiga personel Polres Ende yang turut menjadi korban terdampak gempa.

Ketiga personel tersebut meliputi Aipda Centysius Spanorama dari Satlantas Polres Ende, Bripka Paulus Rago selaku Bhabinkamtibmas Kelurahan Onekore Polsek Ende, serta Aiptu Yahya Tonu Weni, S.Sos., yang bertugas sebagai Bhabinkamtibmas Kelurahan Roworena Polsek Ende.

Pertemuan yang berlangsung secara sederhana itu dipenuhi dengan kehangatan. Kombes Pol Bayu Suseno memberikan perhatian moral sekaligus wejangan kepada para anggota agar tetap tabah dan bersemangat dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat, meskipun mereka sendiri sedang menghadapi situasi sulit akibat bencana.

Pesan yang disampaikan tidak hanya berfokus pada profesionalisme tugas kepolisian, tetapi juga menekankan pentingnya kehadiran institusi untuk saling menguatkan di tengah kondisi yang penuh keterbatasan.

BACA JUGA:  Polri Kerahkan 300 Personel Brimob dari Kaltim dan Bali Tangani Karhutla Kalbar

Usai menemui para personel, Kombes Pol Bayu Suseno melanjutkan agenda peninjauan ke fasilitas ibadah yang mengalami kerusakan, yakni Masjid At Taqwa.

Di lokasi tersebut, ia bertemu langsung dengan Imam Masjid At Taqwa, Bapak Ruslin Hj. Ibrahim, untuk memantau secara dekat tingkat kerusakan bangunan masjid akibat guncangan gempa.

Kunjungan ini merefleksikan komitmen bahwa penanganan bencana oleh kepolisian tidak sebatas pemulihan infrastruktur fisik, melainkan juga wujud kepedulian mendalam terhadap setiap warga yang terdampak.

Bagi Polri, hadir di tengah musibah berarti memastikan bahwa tidak ada satupun masyarakat yang merasa sendirian dalam menghadapi masa-masa sulit.

Dari jajaran personel hingga warga sipil, semangat yang terus dikobarkan tetap sama: saling menguatkan, bangkit bersama, dan secara perlahan menata kembali kehidupan pascabencana.[]

TERKAIT LAINNYA