KETIKKABAR.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pandeglang, Banten, mengimbau masyarakat di sepanjang wilayah pesisir untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul peningkatan erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK).
Imbauan ini disampaikan sebagai langkah preventif untuk menjaga keselamatan warga dari potensi dampak erupsi.
“Kita sudah menyampaikan peringatan waspada erupsi Gunung Anak Krakatau kepada masyarakat, aparatur kecamatan hingga desa,” ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Strategi BPBD Pandeglang, Acep Firmansyah, di Pandeglang, Sabtu (5/7).
Saat ini, status aktivitas vulkanik GAK berada pada Level III atau Siaga, naik dari sebelumnya yang berada di Level II atau Waspada.
Meski demikian, Acep memastikan bahwa situasi di pesisir pantai Pandeglang saat ini relatif aman. Masyarakat tetap menjalankan aktivitas sehari-hari dengan normal, termasuk kegiatan perdagangan di pasar serta pelayanan kesehatan di puskesmas dan rumah sakit yang tetap berjalan seperti biasa.
Click here to preview your posts with PRO themes ››
Pihak BPBD menekankan pentingnya kepatuhan terhadap rekomendasi radius aman. “Kami minta nelayan, wisatawan, dan warga agar tidak mendekati kawasan GAK, karena khawatir terdampak bebatuan pijar. Petugas merekomendasikan radius lima kilometer dari gunung,” tegas Acep.
Di sisi lain, warga pesisir tetap menanggapi situasi ini dengan tenang namun tetap siaga. Suherman, seorang pedagang di Labuan, Pandeglang, mengaku bahwa warga setempat sudah terbiasa dengan peningkatan erupsi GAK.
“Kami tetap tenang, namun tetap waspada, serta jangan sampai terulang kembali tsunami 2018 hingga ratusan orang meninggal dan ribuan orang mengungsi,” pungkasnya.[]











