KETIKKABAR.com – Ketua Poros Dunia Wasatiyyat Islam, Din Syamsuddin, menyoroti sikap Presiden RI Prabowo Subianto yang dinilai belum bersuara terkait penutupan Masjid Al-Aqsa oleh tentara Israel selama bulan suci Ramadan.
Menurut Din, penutupan masjid suci di Yerusalem tersebut telah berlangsung selama dua pekan. Kondisi itu membuat umat Islam tidak dapat menjalankan ibadah secara normal karena jamaah dilarang memasuki kawasan masjid.
“Ini sungguh merupakan tragedi keagamaan memilukan, dan pelanggaran HAM berat,” tegas Din kepada wartawan di Jakarta, Selasa (17/3/2026).
Mantan Ketua Umum Muhammadiyah itu menilai sudah saatnya Presiden Prabowo mengambil sikap tegas terhadap kebijakan pemerintah Israel yang dipimpin Benjamin Netanyahu. Ia juga menyinggung peran mantan Presiden AS Donald Trump dalam dinamika politik kawasan.
Din mendorong Presiden Prabowo untuk menyampaikan teguran melalui forum resmi Board of Peace (BoP). Namun, ia mempertanyakan efektivitas forum tersebut jika tidak mampu merespons persoalan serius yang terjadi di Palestina.
“Masjid al-Aqsha di Jerusalem bukan hanya milik umat Islam di Palestina tapi milik umat Islam sedunia karena merupakan kiblat pertama umat Islam,” tegasnya.
Sebagai Ketua Komite Pengarah Aliansi Rakyat Indonesia Bela Palestina (ARI-BP), Din juga mempertanyakan keberlanjutan keterlibatan Indonesia dalam forum BoP.
Ia menilai jika forum tersebut tidak memberikan dampak nyata bagi perdamaian, maka keberadaannya justru berpotensi berubah menjadi Board of War dan Board of Tyranny.
“Mengapa tidak keluar saja dari Board of Peace?” pungkasnya. []










