KETIKKABAR.com – Jagat maya dihebohkan dengan beredarnya video mahasiswa KKN (Kuliah Kerja Nyata) yang melakukan kegiatan di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Video itu disebut berdurasi 13 menit 17 detik dan viral di media sosial.
Beberapa sumber menyebutkan mahasiswa KKN tersebut melakukan adegan dewasa hingga videonya tersebar di dunia maya. Netizen pun ramai memburu link video tersebut. Informasi yang berkembang menyebut video itu diambil di sebuah rumah di desa di Kecamatan Lenek, Lombok Timur.
Dalam video yang beredar, tampak sepasang muda-mudi berada di dalam kamar di atas kasur dengan seprai motif bunga dan bantal guling merah.
Si wanita duduk di samping pria menggunakan kaus lengan pendek krem, celana jins, dan kacamata, sedangkan pria mengenakan kaus abu-abu dan celana pendek hitam. Beberapa adegan menunjukkan si wanita meminum sesuatu dari botol kecil sebelum adegan dewasa terjadi.
Seorang kepala desa di Kecamatan Lenek mengakui adanya mahasiswa KKN di desanya. “Memang kemarin ada mahasiswa KKN dari salah satu perguruan tinggi di Lotim sedangkan kalau dari luar Lotim belum ada,” katanya singkat, dikutip dari Antara.
Sejak video viral, netizen ramai mencari identitas pasangan mahasiswa tersebut. Nama, asal kampus, hingga akun media sosial diduga mulai ditelusuri dan dibagikan secara luas.
Fenomena ini menunjukkan cepatnya penyebaran informasi di era digital, namun menimbulkan kekhawatiran terkait privasi dan dampak sosial bagi pihak yang terlibat.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi yang menjelaskan duduk perkara kejadian tersebut. Masyarakat diimbau untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan menghindari tindakan perundungan di media sosial. Penting menunggu klarifikasi resmi agar persoalan ini tidak melebar dan merugikan banyak pihak.
Seiring viralnya kabar tersebut, banyak tautan yang diklaim berisi video lengkap beredar. Warganet diimbau untuk berhati-hati dan tidak sembarangan mengklik link yang tidak jelas sumbernya.
“Bisa saja tautan tersebut merupakan jebakan yang memanfaatkan rasa penasaran publik demi tujuan tertentu. Kejahatan digital, terutama phishing, semakin marak dan dapat mencuri data pribadi pengguna media sosial. Modusnya beragam, mulai dari meminta login ulang hingga mengarahkan korban ke situs palsu,” tulis imbauan yang beredar.
Pengguna disarankan memeriksa alamat situs dengan teliti, tidak membagikan kode OTP, dan menjaga keamanan akun agar tidak menjadi korban kejahatan siber. []










