KETIKKABAR.com – Turki siap berperan sebagai fasilitator antara Iran dan Amerika Serikat (AS) untuk meredakan ketegangan yang meningkat di kawasan.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyampaikan hal ini kepada Presiden Iran Masoud Pezeshkian melalui percakapan telepon, menyusul risiko keamanan akibat eskalasi terbaru.
Erdogan juga mengumumkan akan menerima Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi di Ankara pada Jumat sore (30/1/2026).
Sementara itu, pejabat keamanan tinggi Iran Ali Shamkhani menegaskan Teheran akan menanggapi keputusan Uni Eropa yang menetapkan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) sebagai organisasi “teroris”.
Shamkhani mengkritik pemerintah Barat melalui unggahan di X, menyatakan mereka lebih “menggunakan” ketimbang mendefinisikan terorisme.
Langkah Turki ini dinilai sebagai upaya diplomatik penting untuk mencegah konflik terbuka di Timur Tengah, di tengah pengerahan militer besar-besaran AS dan pernyataan keras pemerintahan Donald Trump. []
Organ Vital Hilang dari Mayat Tahanan Palestina, Apa benar Israel memiliki bank kulit manusia?










