KETIKKABAR.com – Militer Iran berada dalam “mode siaga tinggi” menghadapi kemungkinan serangan Amerika Serikat, meski upaya diplomatik terus dijalankan untuk menghindari konflik.
Hal itu disampaikan analis Abas Aslani kepada Al Jazeera, Jumat (30/1/2026).
Aslani menekankan kesiagaan Iran dipicu ingatan serangan Israel dan AS terhadap fasilitas nuklir Iran pada Juni tahun lalu. “Kami telah mendengar dari sumber-sumber Iran bahwa sektor militer berada dalam mode siaga tinggi. Mereka siap untuk perang baru,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemerintah Iran tetap ingin membuka jalur diplomasi untuk mencegah eskalasi. “Kedua skenario tampaknya mungkin terjadi,” kata Aslani.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menekankan keberhasilan diplomasi dengan AS bergantung pada penghentian perilaku mengancam dari Washington. Ia menyampaikan hal itu dalam percakapan telepon dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.
Pezeshkian juga menegaskan Teheran belum berniat bertemu pejabat AS selama ancaman militer masih membayangi. Sementara itu, militer Iran terus memperkuat pertahanan di wilayah strategis termasuk Selat Hormuz.
Di sisi lain, Presiden Erdogan menyatakan kesiapan Turki membantu meredakan ketegangan antara AS dan Iran. Ia menekankan pentingnya menjaga stabilitas regional bagi semua pihak. []
Kapal Perusak AS Berlabuh di Israel, Ketegangan Washington–Teheran Meningkat










