KETIKKABAR.com – Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah secara resmi menerima program bantuan sebanyak 1,2 juta PIN e-learning dari Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri.
Bantuan ini ditujukan untuk mendukung proses pembelajaran mandiri bagi siswa korban bencana di Aceh, khususnya di wilayah Kabupaten Aceh Tamiang yang terdampak parah.

Proses serah terima program yang merupakan sumbangsih ILMCI Group ini berlangsung di Jakarta pada Selasa (27/1/2026).
Program bantuan ini dirancang secara khusus untuk menjangkau para siswa di berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP, hingga SMA.
Dengan jutaan PIN tersebut, para siswa dapat mengakses platform pembelajaran elektronik secara mandiri menggunakan jaringan internet dari mana saja.
Langkah digital ini diambil sebagai solusi atas keterbatasan sarana pendidikan konvensional yang sering kali rusak atau tidak dapat digunakan pascabencana.
Irjen Marzuki menegaskan bahwa akses pendidikan tidak boleh terhenti meskipun masyarakat sedang berada dalam kondisi keterbatasan akibat musibah.
Ia menilai sistem pembelajaran berbasis digital ini sangat strategis untuk menjaga keberlanjutan masa depan anak-anak di daerah terdampak.
“Program e-learning ini menjadi solusi strategis untuk memastikan anak-anak Aceh, khususnya yang terdampak bencana, tetap mendapatkan akses pendidikan yang layak. Dengan sistem pembelajaran mandiri berbasis digital, siswa dapat terus belajar meski dalam kondisi keterbatasan,” ujar Irjen Marzuki.
Jenderal bintang dua asal Tangse tersebut juga memberikan apresiasi tinggi kepada STIK Polri dan ILMCI Group atas sinergi yang terjalin.
Menurutnya, kolaborasi lintas sektor merupakan kunci utama dalam mempercepat pemulihan sumber daya manusia pascabencana di Aceh.
“Kami mengapresiasi dukungan STIK Polri dan seluruh mitra, termasuk ILMCI Group, yang telah berkolaborasi dalam program ini. Sinergi lintas sektor seperti ini sangat dibutuhkan untuk mempercepat pemulihan pendidikan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Aceh,” katanya.
Selain fokus pada pendidikan, Kapolda Aceh juga memaparkan berbagai langkah pemulihan jangka panjang yang telah dilakukan jajarannya, seperti penyediaan air bersih hingga pembangunan sumur bor.
Upaya pembersihan fasilitas sekolah terus digalakkan agar aktivitas belajar mengajar di ruang kelas bisa segera kembali ke kondisi semula.
“Semua kami lakukan agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal,” pungkas Marzuki yang merupakan abituren Akabri 1991 tersebut. []
Kapolda Aceh Irjen Marzuki Ali Buktikan Lumpur Sisa Banjir Bisa Jadi Media Tanam Produktif










