Nasional

Pesan Menohok Prabowo: Pemimpin Harus Siap Dihujat dan Difitnah demi Rakyat

KETIKKABAR.com – Presiden Prabowo Subianto mencurahkan kegelisahannya terkait posisi para pembantunya di kabinet yang kerap berada dalam situasi serba salah saat turun ke lokasi bencana.

Dalam kunjungannya ke Aceh, Prabowo menyoroti kecenderungan sebagian pihak yang selalu memandang negatif setiap langkah yang diambil pemerintah.

Ia menilai, kehadiran menteri di lokasi bencana sering kali dipersoalkan secara sinis, seolah-olah tindakan apa pun yang dilakukan pejabat negara akan selalu dianggap keliru di mata pengkritik.

“Jadi kalau ada, saya pernah dengar ada kritik begini, untuk apa menteri datang ke tempat bencana? hanya datang melihat saudara-saudara serba susah. Menteri tidak datang dibilang tidak peduli, menteri datang ya masa menteri ikut macul, bukan itu,” kata Prabowo dalam pidatonya di Aceh, Jumat, 2 Januari 2026.

Urgensi Kehadiran Pemimpin di Lapangan

Menurut Prabowo, tujuan utama seorang pemimpin atau menteri mendatangi lokasi bencana bukanlah untuk sekadar tontonan, melainkan untuk mengidentifikasi hambatan teknis yang menghalangi bantuan pusat. Dengan turun langsung, pemerintah dapat menentukan langkah percepatan yang tepat sasaran.

BACA JUGA:
Polri Siagakan 5 Kapal dan 320 Personel Amankan Mudik Lebaran 2026 di Jalur Laut

“Pejabat datang pemimpin datang melihat apa kekurangan, apa masalah, apa yang bisa kita bantu, mana yang kita bisa percepat kan begitu,” jelasnya.

Prabowo menambahkan bahwa koordinasi langsung dengan kepala daerah, seperti gubernur, di lokasi terdampak sangat krusial. Hal ini memungkinkan pemerintah pusat memahami kebutuhan konkret berdasarkan kondisi riil di lapangan, bukan sekadar laporan di atas kertas.

Siap Dihujat dan Difitnah

Lebih jauh, mantan Menteri Pertahanan ini mengingatkan jajaran menteri, kepala badan, hingga gubernur bahwa risiko menjadi pemimpin adalah kesiapan mental menghadapi dinamika publik yang keras, termasuk serangan personal.

“Salah satu kewajiban seorang pemimpin adalah siap untuk dihujat, siap untuk difitnah siap untuk di, tapi tidak boleh kita apa, tidak boleh kita terpengaruh dan tidak boleh kita patah semangat,” tandas Prabowo.

BACA JUGA:
Kapolri Berangkatkan 80 Bus Mudik Gratis Polri Presisi, 4.009 Pemudik Tujuan Jateng dan DIY

Di akhir pernyataannya, Presiden menegaskan bahwa orientasi kerja pemerintahannya tetap bertumpu pada hasil nyata dan pembuktian di lapangan, bukan sekadar perdebatan opini atau pencitraan di media sosial.

“Saya percaya dengan bukti, evidence based itu cara bekerja saya. Rakyat Indonesia hanya percaya dengan bukti,” pungkasnya. []

Tinjau Aceh Tamiang, Bupati Armia Fahmi Minta Prabowo Bangun 42 Ribu Huntap

Imsakiyah Ramadhan 1447 H

Kota Banda Aceh & Sekitarnya

Harian Aceh Indonesia
Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh
Tanggal Imsak Subuh Dzuhur Ashar Maghrib Isya
Memuat data resmi...

TERKAIT LAINNYA