KETIKKABAR.com – Video pendistribusian bantuan di Desa Hajoran, Kecamatan Parmonangan, Kabupaten Tapanuli Utara, viral di media sosial dan memicu beragam reaksi.
Dalam video tersebut tampak paket logistik yang dijatuhkan dari helikopter hancur saat menyentuh tanah, membuat beras dan bahan pangan lain berserakan.
Sejumlah warga terdampak banjir dan longsor kecewa dengan cara penyaluran tersebut. Mereka menilai metode itu tidak efektif karena banyak bantuan yang rusak sebelum dapat diambil.
” Bapak perhatikanlah beras ini pak, ini dijatuhkan dari atas, ini ada buktinya” ungkap seorang warga dengan penuh kekecewaan.
Tak hanya warga, netizen juga ramai memberikan komentar. Sebagian mengkritik keras cara distribusi logistik tersebut.
“Kayak kasih makan monyet di kebun binatang pakai lempar-lempar,” tulis akun @vindra.heng, yang banyak disorot pengguna lain.
Namun, tak sedikit pula yang memberi pembelaan dan meminta publik melihat kondisi lapangan yang serba terbatas. Salah satunya akun
@kentzalukito, yang mengingatkan risiko pendaratan helikopter di area tak stabil.
“Belajar dari tsunami Aceh, saat itu ada helikopter Seahawk dari kapal induk USS Abraham Lincoln ambruk ketika minjek tanah, karena tanah ga mampu menumpu berat helikopter,” tulisnya.
Di sisi lain, perdebatan netizen semakin melebar setelah sejumlah pengguna membandingkan metode tersebut dengan pengiriman bantuan internasional ke Gaza yang menggunakan parasut untuk menjaga barang tetap utuh saat tiba di darat.
Hingga berita ini diturunkan, pemerintah daerah dan pihak terkait yang mengoperasikan helikopter belum memberikan keterangan resmi mengenai alasan teknis di balik metode pelepasan bantuan itu.
Warga berharap distribusi berikutnya dapat dilakukan dengan lebih aman dan memastikan seluruh logistik tiba dalam kondisi layak.[]
Bukan BBM Langka, Ternyata Ini Penyebab Antrean Panjang di SPBU!










