KETIKKABAR.com – Melda Safitri, seorang ibu dua anak di Aceh Singkil, Aceh, menjadi viral setelah mencurahkan isi hatinya karena diceraikan suaminya menjelang pelantikan sang suami sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Kisah memilukan ini dibagikan Fitri melalui akun Facebook pribadinya.
“Hargai perempuan yang menemani dari nol. Jabatan dan pangkat tak dibawa mati,” tulis Fitri dalam salah satu postingannya yang kini banyak dikutip pengguna Facebook dan TikTok.
Setelah unggahan ini viral, Fitri dituding telah mencoreng nama baik keluarga suaminya. Namun, Fitri menegaskan bahwa tujuannya bukan untuk membuka aib rumah tangga, melainkan untuk menyuarakan perjuangan seorang istri yang selama ini turut berjuang membangun rumah tangga.
“Saya tidak malu. Saya cuma ingin dihargai. Saya bukan istri yang minta lebih, saya cuma ingin dihormati sebagai perempuan yang sudah berjuang,” tuturnya.
Ia mengaku sudah berupaya mencari keadilan dengan melapor ke berbagai pihak, namun hingga kini belum mendapatkan solusi. “Saya sudah ke sana kemari, tidak ada hasil. Cuma dipandang sebelah mata,” keluhnya.
Kini, Fitri bersama kedua anaknya telah kembali ke rumah orang tuanya di Aceh Selatan. Meskipun berat, ia berusaha tetap kuat demi anak-anaknya.
“Sebelum pulang, saya sempat datang ke rumah mertua, saya minta maaf. Walaupun saya disakiti, mereka tetap orang tua. Tapi tak satu pun dari mereka yang mengantar saya pergi. Hanya tetangga-tetangga baik yang membantu kami,” kenang Fitri.
Ironisnya, kini Fitri dan para tetangganya yang baik hati justru mendapatkan ancaman dari pihak yang merasa dirugikan oleh viralnya kisah ini, yang diduga adalah mantan suaminya.
Mantan suami yang bekerja sebagai Pol PP tersebut tidak terima masalah rumah tangganya menjadi konsumsi publik, dan mengancam akan memenjarakan Safitri serta tetangganya.
Kabar pengancaman ini disampaikan oleh pemilik akun @Lovika Susana Dewi Bangun, yang dibagikan ulang oleh Safitri melalui Facebooknya.
Lovika menjelaskan bahwa Safitri dan tetangganya menerima intimidasi dan ancaman karena tetangganya memposting video momen perpisahan Safitri.
“Yang paling parahnya tetangga kak Safitri diintimidasi bahkan diancam akan dipenjarakan karena tidak terima dan marah memposting video tersebut,” ungkap Lovika.
Ia mempertanyakan unsur pidana dalam video tersebut, sebab tidak ada foto yang bersangkutan, kata-kata kasar, maupun penyebutan nama.
Menurutnya, itu murni hanya momen perpisahan Safitri yang dilepas oleh tetangganya. Lovika pun memperingatkan oknum yang mengintimidasi dan mengancam Safitri dan tetangganya untuk menghentikan tindakan tersebut. []
REBUTAN WARISAN! Pria di Bengkulu Tega Sayat Leher Kakak Kandung
Sumber: tribunnews










