KETIKKABAR.com – Malam Iduladha 1446 Hijriah di Kota Jantho berlangsung meriah dan penuh semangat syiar. Wakil Bupati Aceh Besar, Drs. Syukri A. Jalil, secara resmi melepas rombongan pawai takbir di pelataran Masjid Agung Al-Munawwarah, Kamis malam (5/6/2025), sebagai bagian dari tradisi tahunan menyambut hari besar umat Islam.
Pawai takbir ini diikuti oleh 15 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar dan lima tim dari masyarakat sekitar Kota Jantho, yang menampilkan iringan takbir, pukulan beduk, hingga atraksi Islami yang menggugah semangat keagamaan warga.
“Pawai takbir ini bukan semata ajang lomba, tapi bagian penting dari syiar Islam. Inilah salah satu cara kita merayakan hari besar Islam dengan makna yang mendalam,” ujar Wabup Syukri dalam sambutannya.
Wabup Syukri juga berharap ke depan pelaksanaan pawai takbir bisa dikemas lebih besar dan diikuti seluruh OPD.
“Tahun depan kita ingin lebih semarak, seluruh OPD wajib berpartisipasi. Ini bukan sekadar acara, tapi bentuk perwujudan identitas keislaman kita di Aceh Besar,” katanya.
Ia menambahkan bahwa Pemkab akan mengevaluasi dan mengkaji perluasan rute pawai agar semangat Iduladha bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat lintas kecamatan.
“Kita akan lihat kemungkinan memperluas rute agar pawai tak hanya terpusat di Kota Jantho, tapi juga menjangkau wilayah lain,” imbuhnya.
Pejabat Hadir Berikan Dukungan
Kegiatan ini juga dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah, antara lain:
-
Plt Sekda Aceh Besar Bahrul Jamil, S.Sos., M.Si.
-
Kadis Syariat Islam Rusdi, S.Sos., M.Si.
-
Kadis Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Abdullah, S.Sos.
-
Kadis Pertanian Jakfar, S.P., M.Si.
-
Kadis Pangan Aliyadi, S.Pi., M.M.
-
Plt Kadis Perhubungan Dodi Trisna, S.STP., M.Si.
-
Kabag Kesra Setdakab Zaini, S.H., M.H.
Serta unsur Forkopimda Aceh Besar lainnya yang turut memberikan dukungan dan semangat terhadap pelaksanaan kegiatan bernuansa religi tersebut.
Semarak malam takbiran di Kota Jantho menjadi bukti bahwa nilai-nilai syiar Islam tetap tumbuh kuat dan hidup di tengah masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Aceh Besar berkomitmen menjadikan kegiatan seperti ini sebagai wadah edukatif, religius, dan mempererat kebersamaan warga dalam bingkai ukhuwah Islamiyah.[]










