KETIKKABAR.com – Riski Agustini Lubis (32) tak pernah menyangka makan malam Senin itu akan menjadi yang terakhir di rumah masa kecilnya.
Bersama dua buah hatinya, Reema Andhini Pane (1,5) dan Naufal Raihan Pane (6), Riski berpamitan pulang ke Bekasi untuk kembali ke pelukan sang suami. Namun takdir berkata lain.
Bus ALS yang mereka tumpangi dari Padangsidimpuan menuju Bekasi mengalami kecelakaan tragis di kawasan Bukit Surungan, Padang Panjang, pada Selasa pagi, 6 Mei 2025, sekitar pukul 08.15 WIB. Tiga dari dua belas korban jiwa dalam tragedi maut itu adalah Riski dan kedua anaknya.
Menurut kerabatnya, Yoyon (35), Riski baru saja tiba di kampung halamannya di Kelurahan Losung, Kota Padangsidimpuan, sepuluh hari lalu.
Ia datang membawa dua anaknya untuk melayat ibunda tercinta yang wafat. Setelah prosesi duka selesai, ia berencana kembali ke Bekasi—tempat ia dan suaminya membangun rumah tangga di perantauan.
“Senin malam, kami mengantar mereka ke loket ALS Padangmatinggi,” kata Yoyon saat ditemui di rumah duka.
“Sempat ia bilang, itu makan malam terakhirnya di rumah orang tuanya.” lanjutnya.
Kabar duka menyelimuti Kelurahan Losung. Lurah Aswar Siregar membenarkan bahwa Riski dan kedua anaknya merupakan warga asli daerah tersebut.
“Ketiganya rencananya akan dimakamkan siang ini di pekuburan keluarga di Losung,” ujar Aswar.
Ia menyampaikan belasungkawa atas kepergian satu keluarga sekaligus dalam kondisi yang tragis.
“Semoga mereka husnul khotimah, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.” ujarnya.
Riski dan keluarganya selama ini berdomisili di Perumahan Pesona Bumyagara, Mustikajaya, Kota Bekasi.
Mereka adalah bagian dari jutaan warga yang mengadu nasib ke kota besar, namun tetap pulang saat panggilan keluarga datang, dalam hal ini, panggilan duka.
Kini, ketiganya pulang untuk selamanya. Bukan ke Bekasi, melainkan ke tanah kelahiran yang menjadi saksi bisu awal dan akhir kisah hidup mereka.[]










